Share

Catat! 7 Kombinasi Vaksin Booster Covid-19 Dosis 2 untuk Lansia dari Kemenkes

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 23 November 2022 08:24 WIB
$detail['images_title']
Vaksin booster dosis kedua untuk lansia, (Foto: Kemenkes RI)

KEMENTERIAN Kesehatan RI baru saja menerbitkan izin pemberian vaksinasi booster Covid-19 dosis kedua, atau suntikan keempat, kepada kelompok lansia berusia di atas 60 tahun.

Kebijakan vaksinasi lansia ini dikeluarkan untuk memberikan perlindungan tambahan kepada para lansia, yang merupakan kelompok rentan infeksi Covid-19 sehingga bisa untuk mengurangi tingkat keparahan, bahkan kematian akibat terinfeksi Covid-19.

Berlaku efektif sejak ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Maxi Rein Rondonuwu pada Selasa 22 November 2022. Kebijakan ini tercantum dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/5565/2022 tentang Vaksinasi COVID-19 Dosis Booster ke-2 Bagi Kelompok Lanjut Usia.

Dalam pelaksanaan vaksinasi booster Covid-19 kedua untuk lansia tersebut, Kemenkes mengeluarkan ada tujuh regimen yang bisa dipakai para pemerintah daerah, rumah sakit, puskesmas, fasilitas layanan kesehatan, atau para penyelenggara vaksinasi baik pemerintah mau pun swasta untuk menggelar vaksinasi Covid-19 dosis keempat untuk lansia.

Vaksin yang dapat dipakai untuk dosis booster kedua ini merupakan vaksin yang sudah mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, dan rekomendasi ITAGI, serta memperhatikan vaksin yang tersedia di masing-masing daerah.

Berikut ini adalah tujuh regimen vaksin yang bisa digunakan untuk vaksinasi booster kedua (dosis keempat) bagi lansia, sebagaimana dikutip dari laman resmi Sehat Negeriku Kementerian Kesehatan, Rabu (23/11/2022).

1. Kombinasi untuk booster pertama Sinovac;

– AstraZeneca diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml

– Pfizer diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,15 ml

– Moderna diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml

– Sinopharm diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml

– Sinovac diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml

– Indovac diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml

2. Kombinasi untuk booster pertama AstraZeneca;

– Moderna diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml

– Pfizer diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,15 ml

– AstraZeneca diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml

3. Kombinasi untuk booster pertama Pfizer;

– Pfizer diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,3 ml

– Moderna diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml

– AstraZeneca diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml

4. Kombinasi untuk booster pertama Moderna;

– Moderna diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml

– Pfizer diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,15 ml

5. Kombinasi untuk booster pertama Janssen (J&J)

– Janssen (J&J) diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml

– Pfizer diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml

– Moderna diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml

6. Kombinasi untuk booster pertama Sinopharm;

– Sinopharm diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml

– Zivifax diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml

7. Kombinasi untuk booster pertama Covovax;

– Covovax diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml

 BACA JUGA:Kabar Baik! Lansia Sudah Bisa Vaksin Booster Covid-19 Dosis Kedua

BACA JUGA:Cakupan Vaksinasi Polio Rendah, Gara-gara Informasi Keliru di Media Sosial?

1
2