Share

Berkali-kali Terinfeksi Covid, Berisiko Alami Kerusakan Organ?

Kevi Laras, Jurnalis · Rabu 23 November 2022 07:00 WIB
$detail['images_title']
Virus Covid-19, (Foto: Freepik)

INFEKSI Covid-19 bisa menyerang seseorang lebih dari satu kali, ya para penyintas Covid memang tetap bisa mengalami reinfeksi.

Terkait situasi berkali-kali mengalami reinfeksi, muncul pertanyaan apakah ini artinya orang tersebut berisiko akan mengalami kerusakan organ tubuh?

Penemuan kerusakan organ tubuh bila terinfeksi berulang Covid-19 ini, salah satunya dilihat berdasarkan penelitian dari Amerika Serikat. Dalam observasinya, kerusakan organ ini bisa menyasar pada orang-orang belum pernah terinfeksi sampai yang sudah berulang kali baik itu satu, dua atau tiga kali.

Hasil observasi menunjukkan, namun  tingkat keparahan terlihat lebih berat pada orang yang sudah pernah terinfeksi dan kondisinya parah alias terinfeksi berat.

Menjawab isu ini, Ahli Epidemiolog UI, Prof. dr. Pandu Riano, menjawab peluang mengalami ini sejatinya tak pernah tertutup alias memang ada. Namun, keparahan infeksi parah tetap menyasar ke orang yang pernah sakit parah saat terinfeksi Covid-19.

“Ini bisa terjadi (ke orang yang belum kena Covid-19) tapi kecil sekali peluangnya," jelas Prof. Pandu, dalam cara seminar publik baru-baru ini di Jakarta.

"Jadi melihat proporsi orang yang infeksi tiga kali, dua kali, satu kali, angka perawatannya tetap lebih tinggi pada orang yang pernah mengalami infeksi berat dan apapun status vaksinasinya," sambungnya. 

Sementara untuk organ yang rusak, dikatakan Prof Pandu umumnya juga mengalami gejala yaitu long Covid-19. Melihat dari orang-orang yang diobservasi, hanya sebagian kecil mengalami kerusakan seperti pada jantung, ginjal, atau lainnya.

“Itu juga lebih banyak pada orang-orang yang mengalami infeksi berat, jadi angkanya relatif,” jelas Prof. Pandu lagi

Dari penelitian tersebut, menyampaikan pesan kepada orang-orang yang sudah divaksin lengkap sekalipun tetap harus berusaha mencegah diri dari Covid-19. Salah satunya, dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, dan tidak bersinggungan dengan pasien yang positif.

"Kita orang yang sudah divaksinasi, juga tetap berupaya agar tidak terinfeksi. Menghindar atau tidak kontak sama yang terinfeksi dan prokes ketat harus dipertahankan, itu cukup," tutup Prof. Pandu singkat

 BACA JUGA:Studi: Reinfeksi Covid-19 Lebih Berisiko daripada yang Pertama, Peluang Kematian hingga 2 Kali Lipat!

BACA JUGA:Ibu Hamil Kelompok Rentan Terinfeksi Covid-19, Buruan Vaksinasi!

1
2