Share

Gempa Guncang Cianjur, Ini 6 Langkah Kesehatan yang Perlu Diterapkan saat Bencana!

Kevi Laras, Jurnalis · Rabu 23 November 2022 06:00 WIB
$detail['images_title']
Gempa Cianjur. (foto: Tangkap layar)

INDONESIA baru saja dihadapi dengan bencana gempa bumi di Cianjur. Hal ini tentu mengkhawatirkan seluruh masyarakat, terutama yang terdampak.

Melihat peristiwa tersebut, ahli kesehatan Profesor Tjandra mengatakan perlu adanya langkah penanganan dan pencegahan. Pasca dari bencana alam ini, bisa mengakibatkan berbagai permasalahan kesehatan, mulai dari infeksi sampai gagal multi organ.

 Korban Gempa Cianjur

"Sesudah hari-hari pertama sesudah bencana maka akan timbul berbagai masalah kesehatan lain, bahkan mungkin sampai ke terjadinya gagal multi organ, atau infeksi berat sampai dapat terjadi sepsis dan lain-lain," kata Prof Tjandra Yoga Aditama, Guru Besar FKUI dan Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara dalam keterangannya diterima MNC Portal, Selasa (22/11/2022)

Dengan begitu, ia menyarankan perlu adanya 6 langkah kesehatan diterapkan, antara lain;

1. Penilaian cepat apa yang dibutuhkan segera (rapid needs assessments)

2. Mengevaluasi apa sumber daya yang tersedia dibandingkan dengan kebutuhan yang diperlukan. "Dalam hal ini pengaturan pelayanan di RS di Cianjur dan sekitarnya sebaiknya jadi prioritas utama untuk dilaksanakan," ucap Prof Tjandra

3. Upaya pencegahan terhadap dampak kesehatan selanjutnya, sesudah terjadi di jam-jam dan hari-hari pertama sesudah gempa;

4. Segera menerapkan strategi pengendalian penyakit, baik menular maupun tidak menular yang kronik

5. Selalu melakukan evaluasi terhadap efektifitas strategi yang dilakukan

6. Perbaikan “contingency planning” untuk antisipasi kemungkinan bencana di masa datang.

Sehubungan dengan ini, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa gempa tersebut berlangsung pukul 13.21 WIB.

Adapun lokasi gempa berada di 6.84 Lintang Selatan dan 107.05 Bujur Timur dengan kedalaman mencapai 10 kilometer. Kendatinya, gempa tersebut tak berpotensi tsunami, namun berpeluang terjadi gempa susulan. "Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi," tulis BMKG.

1
2