Share

Ini yang Terjadi Jika Kita Overdosis Obat Tidur, Nyawa Bisa Melayang

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 22 November 2022 07:47 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

INI yang terjadi jika kita overdosis obat tidur menarik untuk dibahas. Meskipun jutaan orang mengandalkan alat bantu tidur untuk malam yang nyenyak, hal ini menimbulkan risiko.

Dilansir Veryweelmind, mengambil terlalu banyak pil tidur dapat menyebabkan overdosis dikarenakan frekuensi berlebih penggunaannya.

Obat Tidur

Ini yang terjadi jika kita overdosis obat tidur bisa memicu penyakit. Karena bisa  bekerja dengan menekan sistem saraf pusat. Penggunaan berlebihan dapat memperlambat fungsi tubuh sehingga menyebabkan ketidaksadaran, kegagalan pernapasan, dan kematian.

Sebab, beberapa obat tidur memiliki efek samping yang lebih berpotensi berbahaya, termasuk parasomnia. Parasomnia adalah gerakan, perilaku, dan tindakan yang tidak dapat dikendalikan, seperti tidur berjalan. Selama parasomnia, kamu tertidur dan tidak menyadari apa yang terjadi.

Parasomnia merupakan perilaku tidur yang kompleks, kamu mungkin bisa makan saat tidur, menelpon, atau berhubungan seks dalam keadaan tidur. Mengemudi dalam tidur adalah efek samping obat tidur yang lebih serius lainnya. Meskipun jarang terjadi, parasomnia sulit dideteksi begitu obat mulai bekerja.

Jika mengalami overdosis gejala yang dirasakan seperti sakit kepala, tekanan darah rendah atau tinggi, ngantuk, muntah, memburuknya alopecia areata, kelainan autoimun yang menyebabkan kerontokan rambut.

Overdosis yang tidak disengaja juga dapat terjadi jika seseorang menjadi tergantung pada obat tidur tetapi, seiring waktu, menjadi kurang responsif terhadap obat tersebut. Dalam upaya putus asa untuk tidur, mereka mungkin akhirnya minum terlalu banyak.

Dalam beberapa kasus, seseorang yang telah meminum obat tidur secara rekreasional mungkin mulai menyuntikkan obat tersebut. Mereka mungkin salah menghitung dosis, yang dapat menyebabkan overdosis.

Orang yang overdosis obat tidur akan dirawat di rumah sakit dan diawasi secara ketat. Biasanya dalam perawatan intensif. Kira-kira satu dari empat kematian akibat overdosis terjadi setelah seseorang dirawat.

(RIN)

 

1
2