Share

Kenali Respiratory Syncytial Virus, Infeksi Pernapasan Serius pada Bayi

Raden Yusuf Nayamenggala, Jurnalis · Selasa 22 November 2022 05:00 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi. (foto: Istimewa)

RESPIRATORY syncytial virus (RSV) merupakan sebuah infeksi pernapasan serius yang bisa menyerang orang-orang dari segala usia, termasuk pada bayi. Adapun gejalanya yakni kesulitan bernapas, lesu, batuk dan masih banyak lagi.

RSV pada bayi terbilang cukup serius, karena saluran udara bayi belum berkembang dengan baik, sehingga mereka tidak bisa mengeluarkan lendir seperti anak yang lebih besar atau orang dewasa.

 infeksi pernapasan pada bayi

Selain itu, saluran udara bayi juga lebih kecil, sehingga sang bayi bisa mengalami penyumbatan saluran pernapasan dengan mudah, dam mengakibatkan kesulitan bernapas.

Pada sejumlah orang, RSV mengakibatkan gejala pilek dengan batuk. Pada bayi, RSV dapat mengakibatkan penyakit ynag cukup serius yakni bronkiolitis. Bayi dengan bronkiolitis mengalami mengi bersamaan dengan batiknya.

Tidak hanya itu, RSV juga bisa mengakibatkan infeksi parah lainnya, seperti pneumonia. Pada beberapa kasus, bayi memerlukan perawatan di rumah sakit.

Seperti yang dilansir dari healthline, RSV saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkannya untuk mempersingkat jalannya penyakit. Biasanya dokter sering merekomendasikan perawatan atau pengobatan untuk membantu mengelola gejalanya hingga infeksi berlalu.

Pada anak yang lebih besar, RSV bisa mengakibatkan gejala mirip dengna pilek. Tapi, pada bayi, virus tersebut menyebabkan gejala yang lebih parah.

Virus RSV cenderung mengikuti garis waktu gejala. Di mana gejala sering muncul 4-6 hari setelah terpapar virus. Tapi, bayi mungkin menalami gejala lebih awal atau lebih lambat.

Gejala yang mungkin dimiliki bayi yang terinfeksi RSV antara lain yakni pernapasan lebih cepat dari biasanya, kesulitan bernapas dan makan, batik, demam, mudah marah, lesu, pilek, bersin, sesak napas, dan mengi.

Sejumlah bayi yang kemungkinan mengalami gejala RSV yakni bayi yang lahir prematur atau bayi dengan masalah jantung serta yang memiliki masalah pernapasan.

Dalam kasus paling parah, RSV memerlukan bantuan mesin pernapasan atau ventilator mekanik. Mesin tersebut dapat mengembangkan paru-paru sang bayi agar virusnya hilang. Apabila si bayi mengalami dehidrasi, dokter mungkin juga akan memberikan cairan infus.

1
2