Share

Kemenkes Tegaskan Vaksin Polio Aman dan Efektif, Orangtua Jangan Termakan Hoaks!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 21 November 2022 13:00 WIB
$detail['images_title']
vaksinasi polio, (Foto: Freepik)

INDONESIA kembali dihadapkan pada kasus penyakit polio, dengan dilaporkannya satu kasus polio yang terjadi di Provinsi Aceh.

Cakupan vaksinasi polio yang masih rendah, diduga menjadi dalang utama dari kembali munculnya kasus polio yang sebelumnya sudah dinyatakan hilang di Indonesia sejak 2014. Cakupan vaksinasi polio yang masih rendah ini, disebut-sebut sebagai dampak dari beredarnya informasi hoaks di kalangan masyarakat termasuk di masyarakat Aceh.

Vaksin polio dianggap membawa masalah, sehingga banyak orangtua memutuskan untuk tidak mengimunisasi anak-anaknya dengan vaksin polio.

Disampaikan Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Yanuarso menjelaskan bahwa peran media sosial cukup besar dalam menentukan tinggi-rendahnya cakupan vaksinasi. Sayangnya, di media sosial banyak informasi yang salah lalu menyebar luas dengan sangat cepat, akhirnya ini sedikit banyak memengaruhi keputusan orangtua untuk memberikan vaksin polio untuk anak.

"Isu tidak benar soal vaksin banyak di media sosial, seperti di TikTok, Instagram. Isu tidak bertanggung jawab itu mudah menyebar, dan ini jadi salah satu faktor terbesar rendahnya cakupan vaksinasi," terang dr. Piprim pada awak media, belum lama ini.

Terkait dengan vaksin polio, informasi keliru yang banyak tersebar di masyarakat adalah vaksin ini bisa menyebabkan demam pada anak. Tak hanya itu, vaksin dianggap bisa memicu anak menjadi mengidap autisme hingga mengganggu kesehatan tubuh lainnya.

Padahal, isu-isu tersebut tidak benar sama sekali. Kementerian Kesehatan RI menegaskan, bahwa vaksin polio tidak berbahaya seperti pernyataan yang banyak beredar bebas di linimasa media sosial.

"Imunisasi polio sangat aman dan efektif. Penggunaannya disetujui dan diawasi oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan sudah digunakan sejak 1980-an di Indonesia," terang Kemenkes dalam pernyataan resmi yang diterima MNC Portal, Senin (21/11/2022).

 BACA JUGA:4 Jenis Vaksin Ini Mampu Lindungi Anak Anda dari 3 Tipe Polio

BACA JUGA:Studi Temukan Perbedaan Gejala Covid-19 antara Orang yang Sudah Lengkap Vaksinasi, Satu Kali, dan Tak Divaksinasi

Dijelaskan, demam sebagai efek samping paska anak divaksin polio adalah pertanda baik karena vaksin bekerja dan tubuh sedang membentuk imunitas.

"Demam yang muncul usai imunisasi, merupakan salah satu tanda bahwa tubuh sedang membentuk kekebalan," tegas Kemenkes.

Vaksin polio penting untuk diberikan ke anak karena vaksin ini dapat memberikan kekebalan. Artinya, apabila anak tertular dapat terlindungi dari kelumpuhan dan kematian akibat virus polio. Mengingat, sampai saat ini, penyakit polio tidak ada obatnya, maka dari itu vaksinasi polio lah yang menjadi satu-satunya cara.

"Tidak ada obat untuk polio. Satu-satunya cara mencegahnya melalui pemberian imunisasi dengan vaksin polio," bunyi pernyataan pamungkas Kemenkes.

1
3