Share

30 Provinsi di Indonesia Berisiko Tinggi Penyakit Polio, Ini 2 Faktor Penyebabnya!

Kevi Laras, Jurnalis · Minggu 20 November 2022 15:00 WIB
$detail['images_title']
Kemenkes unggap dua penyebab penyakit polio kembali ditemukan. (foto: MPI/Kevi Laras)

RENDAHNYA cakupan vaksinasi polio di Indonesia, membuka celah bagi masyarakat terinfeksi virus Polio. Data dari Kementerian Kesehatan mengungkap bahwa sebanyak 415 Kabupaten atau Kota dan 30 provinsi Indonesia berisiko tinggi penyakit polio.

Ikatan dokter anak indonesia (IDAI) mendorong segala pihak, seperti majelis ulama dan pemerintah daerah dan lainnya mengedukasi masyarakat. Mengingat dampak besar dari penyakit ini, bisa sebabkan kelumpuhan.

 Polio

"Jadi saya kira harus kerja sama lintas sektor dari Pemda dan majelis ulamanya untuk mengedukasi masyarakat," kata Ketua IDAI dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K) dalam Pekan Ilmiah Tahunan IDAI di Jakarta, Minggu (20/11/2022)

Faktanya, saat ini sudah ditemukan kembali satu kasus di Kabupaten Pidie, Aceh. Kondisinya mengalami pengecilan di bagian otot paha dan betis kiri, juga tidak memiliki riwayat imunisasi, tidak memiliki riwayat perjalanan kontak dengan pelaku perjalanan.

Membuktikan bahwa vaksinasi Polio masih rendah di beberapa daerah, seperti Sumatera Barat dan Aceh kata Priprim. Melansir dari Sehat Negeriku (20/11), dari hasil penyelidikan epidemiologi, selain cakupan imunisasi Polio yang rendah, didapati faktor perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) penduduk masih kurang.

"Sebetulnya ini sesuai dengan prediksi bahwa ketika cakupan imunisasi menurun. Vaksinasi ini semakin menurun maka penyakitnya akan semakin menular," jelas dr Priprim.

Kendatinya, penyakit Polio sangat berbahaya bagi anak karena menyebabkan kelumpuhan dan tidak ada obatnya. Namun mudah dicegah dengan imunisasi polio lengkap dan imunisasi rutin.

Dikatakan Maxi kelumpuhan yang dialami bisa permanen oleh penderita polio. Bila anak belum divaksinasi polio.

Virus ini berkembang dan masuk ke sistem pencernaan dan saraf, akhirnya melemahkan otot-otot "Dapat terjadi kelumpuhan permanen pada anak yang belum mendapatkan vaksin. Penularannya bisa melalui faecel-oral," kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Maxi Rein Rondonuwu dalam Konferensi Pers KLB Penyakit Polio secara online.

1
2