Share

Kemenkes Tetapkan KLB Polio, Ini Dampak dari Cakupan Vaksinasi Rendah?

Kevi Laras, Jurnalis · Minggu 20 November 2022 13:00 WIB
$detail['images_title']
Kemenkes tetapkan KLB untuk Polio. (foto: MPI/Kevi Laras)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) telah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) untuk penyakit polio. Hal ini didasarkan penemuan satu kasus di Aceh.

Melihat ini Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Piprim bahwa KLB sudah diprediksikan sebelumnya. Sebab cakupan vaksinasi untuk Polio memang rendah di beberapa daerah Indonesia, seperti Aceh.

 Polio

"Sebetulnya ini sesuai dengan prediksi bahwa ketika cakupan imunisasi menurun. Vaksinasi ini semakin menurun maka penyakitnya akan semakin menular," jelas Ketua IDAI dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K) dalam Pekan Ilmiah Tahunan IDAI di Jakarta, Minggu (20/11/2022)

Lebih lanjut dikatakan kalau polio termasuk penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi Polio atau PD3I (Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi). Sehingga para orang tua diminta segera mengantarkan anaknya untuk imunisasi.

Kejadian KLB Polio sudah terbukti berdasarkan sejarah terdahulu, di mana Rusia pernah mengalami dan berbagai negara lainnya. Indonesia sudah mendapatkan sertifikat bebas polio pada tahun 2014, namun temuan kasus ini menjadi perhatian dan kewaspadaan.

"Polio itu jadi bagian, kita tahu di tahun 2014 Indonesia sudah bebas dari Polio, itu sejarah panjang. kita sudah memprediksikan hal ini seperti difteri dan polio, seperti puncak gunung es," jelas dr Priprim.

Sekadar informasi, kebanyakan orang yang terinfeksi hampir 90 persen diketahui tidak memiliki gejala atau sangat ringan bahkan biasanya tidak dikenali. Seperti demam, kelelahan, sakit kepala, muntah, kekakuan di leher dan nyeri di tungkai.

Sementara satu kasus di Aceh juga dikatakan mengalami gejala ringan seperti demam dan lesu. Saat ini diketahui kondisinya mengalami kelumpuhan pada satu kakinya.

1
2