Share

Cakupan Vaksinasi Polio Rendah, Gara-gara Informasi Keliru di Media Sosial?

Kevi Laras, Jurnalis · Senin 21 November 2022 07:00 WIB
$detail['images_title']
ilustrasi virus polio, (Foto: Shutterstock)

PENYAKIT Polio yang dinyatakan sudah hilang dari Indonesia sejak 2014, kini kembali muncul. Dilaporkan satu kasus polio terjadi di Aceh.

Kasus polio di Aceh ini, menjadikan laporan kasus polio pertama di Indonesia pada tahun ini. Sang anak diketahui masih berusia 7 tahun dan mengalami gejala kelumpuhan pada kaki kirinya dan belum mendapatkan vaksin.

Kondisi di mana anak belum mendapatkan perlindungan dari vaksin ini, disebut Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K) salah satu faktor penyebabnya karena kondisi pandemi Covid-19.

“Sangat berpengaruh, masyarakat takut keluar rumah, berkerumun,” kata dr. Piprim, yang ditemui dalam gelaran Pekan Ilmiah Tahunan IDAI di Jakarta, baru-baru ini.

Tak hanya itu, ia juga menyinggung perihal sebaran berbagai informasi keliru, isu-isu di linimasa sosial media, juga sangat berdampak pada cakupan vaksinasi polio yang rendah.

 

(dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K), Foto: MPI/ Kevi)

“Isu banyak dengan media sosial, TikTok, Instagram, isu tidak bertanggung jawab mudah menyebar, itu salah satu faktor," tegasnya.

Ia mengimbau masyarakat perlu diedukasi lebih lanjut, lebih luas lagi agar memahami manfaat vaksin polio sekaligus seperti apa bahaya dari penyakit Polio itu sendiri.

Dokter Piprim mendorong segala pihak, seperti majelis ulama hingga pemerintah daerah dan lainnya untuk mau mengedukasi masyarakat. Mengingat dampak besar dari penyakit ini, bisa sebabkan kelumpuhan secara permanen.

"Jadi, saya kira harus kerja sama lintas sektor (untuk edukasi). Mulai dari Pemerintah Daerah dan majelis ulamanya untuk mengedukasi masyarakat," tutupnya singkat.

Sebagai informasi, saat ini Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) sudah menetapkan KLB untuk Polio. Kemenkes  mengatakan sebanyak 415 Kabupaten atau Kota di 30 provinsi berisiko tinggi terhadap penyakit polio. Hal tersebut karena rendahnya capaian imunisasi terjadi di banyak daerah, termasuk Aceh.

1
2