Share

Menkes Imbau Pasutri Atur Waktu Kehamilan untuk Cegah Kematian Bayi: Jangan Hamil Usia Muda

Kevi Laras, Jurnalis · Minggu 20 November 2022 15:30 WIB
$detail['images_title']
Ibu Hamil (Foto: Timesofindia)

MENTERI Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengimbau pada pasangan (pasutri) di Indonesia bijak dalam mengatur waktu kehamilan. Menurutnya, suami juga harus memperhatikan kesehatan ibu dan anak.

Hal ini bertujuan untuk menekan jumlah kasus kematian bayi. Dampak dari kekurangannya gizi sampai jarak masa kehamilan.

"Jadi jangan hamil usia muda, jangan terus-terusan, bilang ke suami menghamili istrinya lagi. Jarak kehamilan terlampau dekat, jangan sampai kekurangan gizi, anemia, tekanan darah dijaga," jelas Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin secara online dalam Pekan Ilmiah Tahunan IDAI di Jakarta, Minggu (20/11/2022)

Ibu Hamil

Menurut Budi angka kematian bayi di Indonesia termasuk salah satu yang tertinggi di antara negara ASEAN. Berdasarkan datanya kematian bayi mencapai 24 per 1.000 anak.

Kendatinya, Kementerian Kesehatan ditugaskan oleh Presiden Joko Widodo agar mampu menurunkan angka tersebut menjadi 14 per 1.000 anak pada 2024 nanti.

"Saya bilang ke Kemenkes harusnya punya ambisi menurunkan 10. Malu, kok masih tinggi angka kematian. Sesudah melihat angka kematian bayi di Indonesia, seperti itu sangat menyedihkan," jelas Menkes Budi

Lebih lanjut, Budi mengatakan bahwa angka kematian pada bayi disebabkan oleh 3 faktor, antara lain: Berat badan lahir rendah (BBLR), Asfiksia dan Kelainan Kongenital.

Menurutnya para pasutri perlu mengetahui gizi untuk ibu pra hamil, saya mengandung dan pasca melahirkan bertujuan untuk menciptakan bayi sehat.

"Ternyaga BBLR disebabkan ibunya yang kurang diurus. Jadi yang namanya kita mengurangi kematian bayi, kita harus urus ibunya, kenyataannya kematian bayi paling tinggi karena berat badan lahir rendah," katanya

(hel)