Share

Ditetapkan Jadi KLB di Aceh, Yuk Kenali 3 Jenis Polio

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Sabtu 19 November 2022 12:13 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Virus Polio. (Foto: Shutterstock)

KEMENTERIAN Kesehatan menemukan adanya penyakit polio (Poliomyelitis) yang terjadi di Aceh. Akibatnya, Kemenkes pun menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) di wilayah tersebut.

Lantas apa itu penyakit polio? Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), virus polio terdiri dari tiga strain yaitu strain-1 (Brunhilde), strain-2 (Lansig), dan strain-3 (Leon), termasuk family Picornaviridae.

Penyakit polio dapat menyebabkan kelumpuhan dengan kerusakan motor neuron pada cornu anterior dari sumsum tulang belakang akibat infeksi virus. Virus polio yang ditemukan dapat berupa virus polio vaksin/sabin, virus polio liar/WPV (Wild Poliovirus), dan VDPV (Vaccine Derived Poliovirus). 

VDVP merupakan virus polio vaksin/sabin yang mengalami mutasi dan dapat menyebabkan kelumpuhan. VDPV diklasifikasikan dalam tiga kategori yaitu:

Vaksin Polio

1. Immunodeficient-related VDPV (iVDPV) berasal dari pasien imunodefisiensi.

2. Circulating VDPV (cVDPV) ketika ada bukti transmisi orang ke orang dalam masyarakat.

3. Ambiguous VDPV (aVDPV) apabila tidak dapat diklasifikasikan sebagai cVDPV atau iVDPV.

Penetapan jenis virus yang dimaksud ditentukan berdasarkan pemeriksaan laboratorium. Identifikasi VDPV berdasarkan tingkat perbedaan dari strain virus OPV.

Virus polio dikategorikan sebagai VDPV apabila terdapat perbedaan lebih dari 1 persen (>10 perubahan nukleotida) untuk virus polio tipe 1 dan 3. Sedangkan untuk virus polio tipe 2 apabila ada perbedaan lebih dari 0,6 persen (>6 perubahan nukleotida).

Sebelumnya, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Maxi Rein Rondonuwu mengingatkan bahwa masa inkubasi dari virus ini 7-21 hari. Dia pun mendorong seluruh masyarakat, untuk segera melakukan vaksinasi polio. 

Penularannya bisa melalui faecel-oral. Virus itu bisa berkembang di sistem pencernaan dan menyerang saraf sehingga kekuatan otot berkurang dan mengecil, dan terjadinya kelumpuhan. Dalam penjelasannya, Maxi menyebut satu kasus adalah anak usia 7 tahun 2 bulan. Mengalami kelumpuhan pada kaki bagian kiri.

Dari hasil laboratorium dikatakan anak tersebut terinfeksi polio tipe 2. Menurut Maxi imunisasi merupakan tindakan yang paling efektif dalam mencegah penyakit polio.

1
2