Share

5 Fakta Medis Anak yang Tidurnya Sering Mendengkur, Indikasi Ada Penyakit

Rina Anggraeni, Jurnalis · Sabtu 19 November 2022 06:51 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Anak Mendengkur (Foto:Freepik)

FAKTA medis anak yang tidurnya sering mendengkur menarik untuk diulas. Tidur sangat penting untuk perkembangan masa anak-anak.

Banyak orang tua khawatir jika mendengar anaknya mendengkur, meskipun mendengkur paling sering terjadi pada orang dewasa. Tapi mendengkur juga bisa terjadi pada anak.

Dilansir Sleepfoundation, mendengkur pada anak seringkali hanya terjadi sesekali. Jika, mendengkur sering atau parah, itu mungkin menandakan masalah pernapasan yang terganggu saat tidur.

Mendengkur

Adapun, fakta medis anak yang tidurnya sering mendengkur tidaklah sama. Frekuensi, tingkat keparahan, dan dampak mendengkur pada anak bisa sangat bervariasi.

Berikut fakta medis anak yang tidurnya sering mendengkur :

1. Alergi

Alergi terhadap tungau debu, serbuk sari bunga, dan udara dingin, dapat menyebabkan produksi lendir yang bertambah pada hidung anak. Hidung beringus akan menyebabkan timbulnya dengkuran akibat getaran permukaan lendir di saluran napas, yang bergerak saat udara bersirkulasi.

2. Hidung tersumbat

Hidung tersumbat akibat pembengkakan mukosa hidung akan menyebabkan timbulnya mendengkur. Pembengkakan mukosa hidung dapat terjadi pada alergi, selesma (pilek), hingga infeksi sinus (sinusitis). Sinusitis adalah infeksi yang terjadi pada sinus, rongga-rongga udara di tengkorak kepala.

3. Pembesaran adenoid dan tonsil

Pembesaran tonsil populer dengan sebutan amandel. Adenoid dan tonsil merupakan struktur yang berperan dalam proses daya tahan saluran pernapasan terhadap infeksi. Saat terjadi infeksi, adenoid dan tonsil akan memproduksi sel-sel yang bertugas untuk menyerang dan melumpuhkan kuman. Sayangnya, bila infeksi kerap terjadi, maka keduanya dapat dan membesar seiring waktu.

Pembesaran ini akan menyebabkan sumbatan jalannya udara dan timbul dengkuran. Pembesaran adenoid cukup banyak dialami oleh anak-anak. Namun, tidak semua adenoid dan tonsil yang membesar pasti membutuhkan operasi.

4. Berat badan berlebih

Berat badan berlebih, bahkan obesitas, akan menyebabkan penyempitan dari jalan napas. Oleh karena itu anak bisa mendengkur saat tidur.

5. Obstructive sleep apnea syndrome

Ini merupakan penyebab tidur mendengkur anak yang cukup serius. Nama lain dari OSAS adalah sleep apnea atau henti napas saat tidur. Ya, seorang anak dengan OSAS akan mengalami pernapasan yang tidak beraturan, bahkan henti napas bisa terjadi saat ia tidur.

Seseorang yang mengalami sleep apnea akan berhenti bernapas selama beberapa saat sebanyak 30 hingga 300 kali dalam semalam! Kondisi ini bisa jadi masalah besar bila penderita tidak mendapatkan cukup oksigen. Pada anak-anak, pembesaran kelenjar tonsil dan adenoid menjadi faktor risiko utama terjadinya sleep apnea.

6. Kualitas Udara

Kualitas udara yang rendah atau kelebihan kontaminan dapat menimbulkan tantangan pada pernapasan normal dan dapat memengaruhi kemungkinan anak sering mendengkur.

(RIN)

1
3