Share

Ini 7 Hal yang Bisa Terjadi Jika Terlalu Sering Menahan Kencing

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Sabtu 19 November 2022 15:02 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Menahan Kencing. (Foto: Shutterstock)

SESEKALI menahan kencing mungkin wajar, namun jika menjadi kebiasaan, waspadalah efek buruk akibat menahan buang air kecil pada kesehatan saluran kemih. Memang, dalam situasi tertentu, kadang kita harus menahan kencing, misalnya saat berkendara, rapat, atau tidak ada toilet yang memadai.

Umumnya, orang sehat memiliki frekuensi kencing sebanyak 8-10 kali per hari atau setiap 2-3 jam. Ketika kandung kemih sudah setengah penuh, saraf-saraf yang mengitarinya mulai aktif. Saraf-saraf ini mengirimkan sinyal ke otak yang memicu keinginan kencing.

Namun, otak merespons kembali dengan memberi sinyal ke kandung kemih untuk menahan kencing sampai waktunya tiba, yakni ketika tiba di toilet. Kala menahan kencing, secara sadar kamu melawan sinyal-sinyal tersebut.

Nah, berikut adalah beberapa hal yang terjadi ketika terlalu sering menahan kencing, seperti dilansir dari KlikDokter:

Kencing

Nyeri

Jika sering mengabaikan keinginan kencing, kamu bisa mengalami nyeri perut bawah ataupun nyeri pinggang. Nyeri tersebut berasal dari kram otot-otot kandung kemih yang tetap berkontraksi, meskipun urine sudah dikeluarkan. Akibat sering menahan buang air kecil lainnya adalah nyeri pinggang yang berasal dari masalah ginjal. Rasa nyeri juga dapat dirasakan ketika berkemih.

Kandung Kemih Longgar

Dalam jangka panjang, kebiasaan menahan kencing dapat melonggarkan kandung kemih karena teregang saat terisi penuh. Hal ini akan mempersulit kontraksi saat mengeluarkan urine, sehingga muncul keluhan sulit atau tidak bisa BAK. Kondisi kandung kemih longgar ini dapat bersifat permanen. Akibatnya, diperlukan alat bantu seperti kateter untuk mengeluarkan urine.

Infeksi Saluran Kemih

Pada kondisi normal, di dalam kandung kemih terdapat sejumlah bakteri yang sifatnya protektif. Jika kondisinya berubah, seperti akibat menahan kencing terlalu lama, bakteri tersebut dapat tumbuh berlebihan hingga memicu infeksi saluran kemih. Infeksi bisa menyebar dan meluas ke ginjal, serta menimbulkan dampak buruk lebih lanjut. Risiko infeksi juga lebih besar apabila kamu kurang minum.

Kandung kemih tidak pernah cukup penuh untuk mengirimkan sinyal ke otak dan menimbulkan keinginan untuk kencing. Bakteri di dalamnya pun berkesempatan untuk berkembang biak dan memicu infeksi.

Peradangan Kandung Kemih

Peradangan kandung kemih dikenal dengan istilah sistitis. Peradangan ini sering disebabkan oleh infeksi pada saluran kemih. Sistitis lebih sering dialami wanita dibandingkan laki-laki. Berhati-hatilah dengan salah satu efek menahan kencing ini, ya!

Batu Ginjal

Pada orang yang rentan, menahan kencing bisa memicu batu ginjal. Penyakit ini bisa terjadi terutama pada mereka yang punya riwayat batu ginjal ataupun kadar mineral di dalam urine cenderung tinggi (kalsium, oksalat, sistin, dan asam urat). Selain itu, batu ginjal tetap dapat terbentuk meskipun kadar mineral-mineral tersebut normal, yakni saat jumlah produksi urine setiap hari sedikit, misalnya dalam kondisi kurang minum dan dehidrasi.

Mengompol

Bahaya menahan kencing dapat pula merusak otot-otot dasar panggul. Salah satunya adalah otot berbentuk donat di sekeliling uretra (sphincter of urethra). Otot tersebut menjadikan lubang saluran kemih tetap dalam keadaan tertutup. Urine pun tidak bocor ataupun merembes.

Apabila otot berbentuk donat ini rusak, kamu akan kesulitan menjaga lubang saluran kemih tetap tertutup. Akibatnya, urine dapat dengan mudah mengalir keluar kapan pun dan timbul keluhan mengompol.

Masalah Ginjal

Berikutnya, dampak negatif akibat menahan kencing terlalu sering adalah risiko masalah ginjal. Seperti disebutkan sebelumnya, nyeri pinggang dapat menjadi salah satu ciri-ciri masalah ginjal. Kandung kemih terhubung melalui sebuah saluran dengan ginjal. Walaupun jarang, efek menahan kencing dapat menyebabkan air seni naik kembali ke ginjal. Hal ini dapat menyebabkan infeksi ginjal, bahkan kerusakan ginjal.

Tak mengapa menahan kencing sesekali jika memang kondisinya tak memungkinkan. Namun, jangan sampai menjadikannya kebiasaan, ya, karena dampak buruknya tak sepadan.

1
2