Share

Orang Tua Korban Gagal Ginjal Akut Beberkan Gejala yang Dialami Anak Sebelum Meninggal

Kevi Laras, Jurnalis · Jum'at 18 November 2022 20:40 WIB
$detail['images_title']
Safitri, orang tua pasien gangguan ginjal akut (Foto: MPI/ Kevi Laras)

SALAH satu orang tua dari pasien gagal ginjal akut (GGA) yang meninggal dunia, Safitri, membeberkan gejala yang dialami sang anak tercinta sebelum menghembuskan napas terakhirnya.

Safitri mengisahkan, demam menjadi gejala awal yang dialami sang anak. Saat saat anak demam, ia bergegas memeriksakan anaknya ke dokter. Setelah diperiksa dokter, kala itu anaknya diresepkan obat bentuk tablet.

Pada pemeriksaan kedua di tanggal 26 Agustus 2022, Safitri melihat kondisi kesehatan anaknya tidak mengalami perbaikan. Sampai akhirnya diberikan resep kedua, obat sirop yang dikatakan Safitri merupakan produksi dari PT AFI Farma.

"Kami pakai dari Afi Farma sediaan cair, kalau itu namanya paracetamol. Itu obat generik, dia tidak ada merek dagang," kata Safitri dalam Media Briefing Korban Gagal Ginjal Akut Menggugat di Jakarta, Jumat (18/11/2022).

 

(Ilustrasi)

Safitri menjelaskan saat demam, ia sebagai orang tua sempat memberikan sejumlah penanganan alami. Mulai dari rutin memberikan air mineral agar sang anak tak dehidrasi, menggantikan baju, dan sebagainya. Sayangnya, cara yang dilakukan Safitri tak juga membuat sang anak membaik. Saat itu, diungkap Safitri anaknya tetap demam tinggi.

“Anak tetap demam sampai 40,5 derajat celcius dan mengalami MIS-C ,” imbuhnya.

Multisystem Inflammatory Syndrome Children sendiri merupakan tanda dan gejala penyakit, karena leukositnya mencapai 50 ribu, dan anak juga mengalami penurunan buang air kecil (BAK).

Jika dihubungan dengan Covid-19, Safitri menegaskan mendiang anak tercintanya tersebut tidak terinfeksi Covid-19. Bahkan anaknya yang berusia 8 tahun tersebut, sudah divaksin Covid-19.

“Sempat tes swab PCR dan hasilnya negatif. Tidak ada tanda-tanda Covid-19 dan anak saya sudah vaksin,” tegasnya singkat.

1
2