Share

Kasus Meninggal Akibat Gagal Ginjal Akut Bertambah Jadi 200 Orang, Obat Sirup Berbahaya Masih Beredar di Situs Online?

Kevi Laras, Jurnalis · Jum'at 18 November 2022 16:45 WIB
$detail['images_title']
Ketua BPOM, Penny Lukito. (foto: Tangkap layar Zoom)

PERKEMBANGAN kasus gagal ginjal akut (GGA) di Indonesia saat ini, dikatakan tidak ada penambahan kasus baru. Namun Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan bahwa jumlah kasus meninggal bertambah jadi 200 orang.

Kasus meninggal tersebut, dikatakan merupakan pasien yang telah menjalani perawatan. Hal ini dibenarkan oleh Juru Bicara Kemenkes dr Syahril, satu pasien meninggal sudah dalam kondisi stadium lanjut atau 3.

 obat sirup berbahaya

"Saat ini yang sembuh sudah ada, kita masih tercatat dari 27 provinsi dan saat ini yang dirawat tinggal 13. Sementara total kematian ada 200 orang dan yang sembuh ada 111 orang," jelas Juru Bicara Kemenkes dr Mohammad Syahril dalam Tea time IDI Menjawab soal Update Terkini Gangguan Ginjal Akut pada Anak disiarkan diInstagram IDI, Jumat (18/11/2022)

Sebagaimana diketahui, penyebab gagal ginjal akut pada anak karena kandungan etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) pada obat sirup. Meski sudah dilarang edar dan ditarik dari pasar, masih ada penjual nakal yang menjual obat sirup bebahaya.

Maraknya obat sirup tercemar mengandung keduanya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan secara online.

Dalam temuan BPOM, ada satu produk dari satu produsen yang tidak disebutkan namanya, dinyatakan tidak memenuhi persyaratan. Kepala BPOM Penny Lukito menjelaskan temuan ini, setelah adanya informasi obat apa yang ditarik ataupun mengandung EG dan DEG.

"Sehingga kami juga mengimbau kepada masyarakat jangan membeli melalui online. Ini ada salah satu produsen yang produknya terjual dengan sangat banyak di online. Bahkan setelah kami lakukan penjelasan ke publik, bahwa produk tersebut tidak memiliki ketentuan," terang Ketua BPOM Penny Lukito dalam Konferensi Pers Perkembangan Hasil Pengawasan dan Penindakan Sirup Obat yang Mengandung EG/DEG, di Jakarta, Kamis (17/11/2022)

Penny menambahkan hasil temuan dari tim cyber ditemukan sebanyak 6.001 link, yang menjual obat sirup dari satu produsen itu. Pasca temuan ini, ia telah menindaklanjuti, saat ini dikatakan hanya tersisa 3 link menjual obat sirup dalam proses penindakan.

Dengan demikian, ia mengimbau masyarakat, terutama para orang tua untuk tidak membeli obat-obatan seperti sirup secara online. Mengingat saat ini situasi GGA, sudah ada informasi obat sirup yang ditarik mengandung toksik (racun) EG dan DEG.

1
2