Share

Apa Itu Sleep Paralysis yang Sempat Dialami Rudy Salam Sebelum Tutup Usia?

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 18 November 2022 15:00 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi gangguan tidur, (Foto: Freepik)

AKTOR senior Tanah Air, Rudy Salam meninggal dunia hari ini, Jumat 18 November 2022. Rudy menghembuskan napas terakhirnya di usia 73 tahun, pada pukul 06:04 WIB.

Dari keterangan sang istri, Marina Gardena suami tercintanya tersebut sudah sekitar tujuh tahun ke belakangan mengidap depresi.

“Beberapa tahun yang lalu sudah depresi, kemarin-kemarin biasa saja,” kata Marina Gardena saat ditemui di Rumah Duka PGI Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (18/11/2022).

Imbas dari depresi yang dialami, almarhum Rudy diungkap Marina juga mengalami masalah tidur, sleep paralysis yang membuat suaminya itu kurang tidur.

“Kalau penyakit dalamnya enggak ada. Karena ada sleep paralysis, jadi dia tidurnya berkurang," imbuhnya.

(anak, istri dan adik almarhum Rudy Salam, Foto: MPI/Selvianus)

Sleep paralysis atau kelumpuhan saat tidur, dilansir dari laman resmi National Health Service UK, Jumat (18/11/2022) adalah kondisi ketika seseorang tidak bisa bergerak atau berbicara saat bangun atau tertidur, ini terjadi ketika kita tidak bisa menggerakkan otot saat bangun atau tertidur karena dalam mode tidur tetapi otak Anda aktif.

Umumnya, kondisi seperti ini memang menakutkan tetapi tidak berbahaya dan kebanyakan orang akan mengalaminya hanya sekali atau dua kali dalam sepanjang hidupnya.

Saat kelumpuhan tidur ini terjadi, orang yang mengalaminya umumnya merasakan seperti terjaga (terbangun) dari tidurnya tapi tak dapat bergerak, berbicara atau membuka mata, merasa seperti ada orang di kamar, merasakan seperti ada sesuatu yang menekan tubuh Anda, takut, dan semua perasaan ini bisa bertahan hingga beberapa menit.

Sejauh ini, dikatakan masih belum valid penyebab kelumpuhan tidur bisa terjadi. Namun berbagai faktor, disebut terkait dengan kelumpuhan tidur.

Mulai dari insomnia, pola tidur yang terganggu – misalnya karena kerja shift atau mengalami jet lag, narkolepsi (kondisi jangka panjang yang menyebabkan seseorang tiba-tiba tertidur), gangguan stres pasca-trauma (PTSD), gangguan kecemasan, gangguan panik, dan memiliki riwayat keluarga dengan kelumpuhan tidur.

BACA JUGA:Bikin Tidur Lebih Baik hingga Kurangi Risiko Alzheimer, Manfaat Baca Buku untuk Kesehatan

BACA JUGA:Suka Tidur Pakai Bantal Guling, Ini 6 Manfaatnya untuk Kesehatan Tubuh!

1
2