Share

Rudy Salam Sempat Alami Depresi Sebelum Meninggal, Apa Saja Gejalanya?

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Jum'at 18 November 2022 12:24 WIB
$detail['images_title']
Rudy Salam saat masih muda (Foto: Inst)

MENINGGALNYA aktor lawas Rudy Salam menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan anak-anaknya. Diketahui almarhum menghembuskan napas terakhirnya diusia 73 tahun, tepatnya di RS. Harum pada hari ini, Jumat 18 November, sekitar Pukul 06.04.WIB, diduga disebabkan oleh penyakit depresi yang dideritanya.

Detik-detik wafatnya aktor lawas disampaikan oleh disampaikan istrinya, Marina Gardena saat ditemui di Rumah Duka PGI Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (18/11/2022). Sebagai seorang istri, dia tidak menyangka karena kematian suaminya, secara mendadak.

Rudy Salam

"Beberapa tahun yang lalu udah depresi, kemarin-kemarin biasa aja, beberapa hari yang lalu, tidur nggak mau makan. Tadi pagi tiba-tiba pergi gitu aja," ujar Marina Gerdena.

Menurutnya depresi dialami suaminya, diketahui telah berlangsung tujuh tahun lamanya. Hal ini merupakan salah satu indikasi, wafatnya mendiang Rudy Salam, karena semasa hidupnya almarhum jarang berobat kerumah sakit.

"Dia depresi itu sudah 7 tahun, udah enggak bisa jalan. dia memang tertutup. Kalau penyakit dalamnya enggak ada. karena sleep paralyes, jadi dia tidurnya berkurang,"imbuhnya.

Lalu apa saja gejala depresi?

Dikutip dari Medical News Today, berikut tujuh gejala depresi.

1. Perubahan nafsu makan dan berat badan

Makan terlalu banyak atau terlalu sedikit dapat menjadi gejala depresi. Beberapa orang beralih ke makanan untuk merasa nyaman, tapi ada juga yang jadi kehilangan nafsu makan atau makan lebih sedikit karena suasana hati yang buruk. Perubahan dalam asupan makanan ini bisa menyebabkan seseorang mengalami kenaikan atau menurunnya berat badan. Hal ini juga bisa mempengaruhi suasana hati dan tingkat energi.

2. Perubahan kebiasaan tidur

Ada hubungan yang kuat antara suasana hati dan tidur. Kurang tidur dapat menyebabkan depresi, dan depresi dapat membuat lebih sulit untuk tidur. Studi menunjukkan, kurang tidur kronis dapat menyebabkan depresi. Ini mungkin karena perubahan neurokimia di otak. Namun, tidur lebih dari biasanya juga bisa menjadi tanda bahwa seseorang mungkin mengalami depresi.

3. Kelelahan

Merasa sangat lelah adalah gejala depresi yang sangat umum. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen orang dengan depresi mengalami kelelahan. Meskipun lelah adalah perasaan wajar yang dialami setiap orang, tapi orang yang mengalami kelelahan yang parah atau terus-menerus, terutama jika disertai gejala lain, mungkin memiliki depresi tersembunyi.

4. Kebahagiaan yang dipaksakan

Beberapa orang yang mengalami depresi menyembunyikannya dengan selalu memasang wajah bahagia saat bersama orang lain. Namun, mungkin sulit untuk mempertahankan kebahagiaan dan kepositifan yang dipaksakan ini. Seiring waktu, saat ‘topeng’ kebahagiaan ini tak dipakai dan seseorang bisa menunjukkan tanda-tanda kesedihan, keputusasaan, atau kesepian.

5. Hilang konsentrasi

Saat seseorang terdiam selama percakapan atau kehilangan pemikirannya, ini dapat mengindikasikan masalah dengan ingatan dan konsentrasi. Masalah seperti itu adalah gejala umum dari depresi. Suatu studi menunjukkan, sulit konsentrasi dengan i dan fokus ini dapat memperburuk dampak sosial dari depresi dengan membuat kehidupan kerja dan hubungan pribadi lebih menantang.

6. Sakit fisik dan gangguan kesehatan

Depresi adalah kondisi kesehatan mental, tetapi juga berdampak pada kesehatan fisik. Selain perubahan berat badan dan kelelahan, gejala fisik lain dari depresi tersembunyi yang harus diwaspadai meliputi sakit punggung, kondisi nyeri kronis, masalah pencernaan, hingga sakit kepala.

7. Perubahan kepribadian

Kepribadian beberapa orang yang depresi akan mengalami perubahan. Sebagian orang mungkin menjadi lebih pendiam dan menarik diri, atau mereka mungkin marah dan mudah tersinggung. Banyak orang tidak mengasosiasikan kemarahan dan cepat marah dengan depresi, tetapi perubahan suasana hati ini tidak biasa di antara orang yang mengalami kondisi tersebut. Alih-alih tampak sedih, beberapa orang dengan depresi tersembunyi mungkin menunjukkan sifat lekas marah dan kemarahan yang terang-terangan atau ditekan.

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, segera hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.

1
2