Share

Menkes Sebut Gangguan Ginjal Akut Sudah Selesai karena Kasus Turun Drastis

Kevi Laras, Jurnalis · Jum'at 18 November 2022 19:00 WIB
$detail['images_title']
Menkes Budi, (Foto: tangkapan layar konpers daring)

KASUS gangguan ginjal akut (GGA) di Indonesia jumlahnya diklaim sudah mengalami penurunan.

Seiring dengan penurunan kasus yang diklaim Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin terjadi secara drastis ini, maka krisis gangguan ginjal akut yang sudah menelan korban meninggal dunia hingga 200 orang ini disebut diartikan telah selesai.

"Kalau (kasus) gangguan ginjal akut, dari sisi Kementerian Kesehatan sebenarnya sudah selesai,” ujar Menkes Budi, kala ditemui di Gedung Kementerian Kesehatan, Jumat (18/11/2022).

Menurutnya, dianggap selesai oleh Kemenkes dengan melihat faktor penurunan jumlah angka kasus.

“Sejak kita berhentiin obat-obatan (obat sirop dengan cemaran zat berbahaya EG dan DEG) tersebut, itu turun drastis," sambungnya.

Kemenkes melaporkan memang jumlah kasus meninggal pasien gangguan ginjal akut sudah mencapai 200 orang. Angka kematian tersebut, dikatakan merupakan pasien yang telah menjalani perawatan.

Dikatakan Juru Bicara Kemenkes, dr. Mohammad Syahril, satu orang pasien meninggal sudah dalam kondisi stadium lanjut atau 3. Sementara itu, jumlah kasus yang dirawat berkurang satu yaitu 13 orang.

“Sementara, total kematian ada 200 orang dan yang sembuh ada 111 orang. Saat ini yang dirawat tinggal 13 orang,” terang dr. Syahril dalam siaran IDI Menjawab soal Update Terkini Gangguan Ginjal Akut pada Anak di laman Instagram IDI, Jumat (18/11/2022).

Catatan data di atas, dari keterangan dr. Syahril, masih tercatat dari 27 Provinsi di Indonesia. Sedangkan angka kesembuhan, sudah ada 111 orang pasien.

1
2