Share

Update Kasus Covid-19 yang Semakin Ngegas, Menkes: Varian XBB di Batam Sudah 80 Persen

Kevi Laras, Jurnalis · Jum'at 18 November 2022 17:48 WIB
$detail['images_title']
Menkes Budi, (Foto: MPI/ Kevi Laras)

LAPORAN terbaru terkait kondisi pandemi termasuk penyebaran kasus Covid-19, seiring dengan sudah masuknya mutasi subvarian terbaru, varian XBB terus dikabarkan Kementerian Kesehatan Indonesia.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin menyampaikan jumlah kasus Omicron XBB di Batam telah meningkat sampai 80 persen.

Hal ini seiring, dengan total kasus Covid-19 di Indonesia yang mengalami kenaikan sampai 6.599.812 pada hari ini.

"Batam tuh XBB-nya sudah tinggi sekali, mungkin sudah 70 sampai 80 persen,” ucap Menkes Budi ditemui di Gedung Kementerian Kesehatan, Jumat (18/11/2022).

Terkait situasi tersebut, Menkes menyampaikan Batam akan terus dipantau sampai dua minggu ke depan, apakah kasusnya akan melandai atau tidak.

“Nah sekarang tinggal saya lihat, Batam dalam seminggu sampai dua minggu ini flattening (melandai) apa enggak, kalau Batam itu flattening, artinya benar," katanya lagi.

Tingginya sebaran varian mutasi dari Omicron tersebut di Batam, dinilai Menkes karena secara geografisnya letak Batam begitu dekat dengan Singapura. Kini, Kemenkes masih terus melihat perkembangan kasus XBB di Batam dengan terus melakukan genome squencing.

Menkes menambahkan, bercermin dengan kasus sebelumnya, nyatanya kenaikan kasus (lebih dari 90 persen) terjadi karena didominasi oleh varian BA.4 dan BA.5.

"Begitu dia (BA.4 dan BA.5) sudah sampai 90 persenan, varian baru mendominasi dari total varian yang kita genome sequence, artinya peak-nya sudah sampai. Memang pengalaman kita di negara lain, XBB di Singapore, BQ.1 di Eropa sama Amerika, dia naiknya cepat tapi turunnya juga cepat," papar Menkes Budi panjang lebar.

Sementara itu, menurut Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta, sub varian baru Omicron XBB memang jadi salah satu yang menjadi dalang dari kembali melonjaknya kasus positif baru di Jakarta.

"Ya berbagai faktor salah satunya adanya varian baru," ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti pada awak media 17 November lalu.

 BACA JUGA:Vaksin Booster Masih Sanggup Atasi Varian Baru Covid-19

BACA JUGA:Angka Kasus Positif Covid-19 Meroket Terus, Ahli Epidemiologi: Genjot Testing dan Tracing di Masyarakat!

1
2