Share

Anak Meninggal Karena Gagal Ginjal Akut, Orangtua: Tidak Semua Pasien Berhasil Diobati!

Kevi Laras, Jurnalis · Jum'at 18 November 2022 19:12 WIB
$detail['images_title']
Anak kena gagal ginjal akut (Foto: CNN health)

KASUS gagal ginjal akut (GGA) di Indonesia membuat para orangtua khawatir. Salah satunya Safitri merupakan orang tua korban dari GGA.

Dalam penjelasannya, ia merasa adanya kelalaian dalam obat-obatan sirup yang tercemar kandungan etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG). Faktanya, sang anak masih berusia 8 tahun, akhirnya berpulang.

 anak kena gagal ginjal akut

Anaknya berpulang, sebelum adanya antidote Fomepizole (Penawar) untuk GGA di Indonesia. Dia menyayangkan, mengapa obat tersebut terlambat dan obat sirup yang dikonsumsi bisa mengandung toksik (zat beracun) itu.

 BACA JUGA: Orangtua Korban Gagal Ginjal Akut: Anak Saya Sempat Minum Sirup Paracetamol

"Anak saya berpulang 15 Oktober dan adanya obat antidote Fomepizole pada 18 Oktober. Tidak memang semua pasien berhasil dengan obat itu, tapi tidak ada salahnya kita coba (jika berkesempatan), kami sudah melakukan segalanya," terang Safitri salah satu orang tua korban GGA, dalam Media Briefing Korban Gagal Ginjal Akut Menggugat di Jakarta, Jumat (18/11/2022).

Safitri juga menjelaskan bahwa kondisi sang anak awalnya sehat, dan hanya mengalami demam. Pada akhirnya bolak-balik untuk pengobatan, sejak 25 September lalu.

Anak pun akhirnya, dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) sekitar awal Oktober. Safitri mengaku kondisi anaknya semakin melemah, dan tidak sempat mendapatkan pengobatan antidote Fomepizole yang didatangkan dari luar negeri itu.

"Setelah tanggal 19 Oktober berhasil (ada perbaikan) setelah ada tatalaksana dari IDAI. Kenapa baru datang, seharusnya sejak dari awal jika sudah ada obatnya," katanya sambil terisak.

1
2