Share

Kasus Gangguan Ginjal Akut, Orang Tua Korban Jiwa Singgung Keterlambatan Obat Fomepizole

Kevi Laras, Jurnalis · Jum'at 18 November 2022 17:20 WIB
$detail['images_title']
Safitri, orang tua pasien gangguan ginjal akut (Foto: MPI/ Kevi Laras)

KASUS gangguan ginjal akut (GGA) yang melanda banyak anak-anak di Indonesia, masih terus jadi sorotan hingga saat ini.

Terutama para orang tua yang anaknya menjadi korban jiwa, seperti yang dialami oleh Safitri. Dalam penjelasannya, ia merasa adanya ada kelalaian dalam penyediaan produk obat-obatan sirop yang tercemar kandungan etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) di pasaran.

Sampai akhirnya berlanjut menjadi kasus gangguan ginjal dan mengakibatkan dampak fatal pada sang buah hati tercinta, anaknya yang masih berusia 8 tahun pun menghembuskan napas terakhirnya.

Sang anak, diungkap Safitri berpulang hanya beberapa hari sebelum adanya antidote Fomepizole sebagai obat penawar untuk pasien GGA di Indonesia. Dia menyayangkan, mengapa obat tersebut terlambat disediakan oleh pemerintah.

"Anak saya berpulang 15 Oktober 2022 dan adanya obat antidote Fomepizole pada 18 Oktober,” terang Safitri dalam acara Media Briefing Korban Gagal Ginjal Akut Menggugat di Jakarta, Jumat (18/11/2022)

“Memang tak semua pasien berhasil dengan obat itu, tapi tidak ada salahnya kita coba (jika berkesempatan), kami sudah lakukan segalanya," curhatnya lagi.

Safitri mengisahkan awalnya kondisi sang anak hanya mengalami demam. Namun pada akhirnya ia bolak-balik untuk pengobatan, sejak 25 September lalu sampai diputuskan untuk dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) sekitar awal Oktober.

Safitri mengaku kondisi anaknya semakin melemah, dan tidak sempat mendapatkan pengobatan antidote Fomepizole yang didatangkan Kementerian Kesehatan dari berbagai negara tersebut.

"Setelah tanggal 19 Oktober berhasil ada perbaikan (kondisi), setelah ada tatalaksana dari IDAI. Kenapa baru datang (Fomepizole), seharusnya sejak dari awal jika sudah ada obatnya," kata Safitri sambil terisak.

Sebagai informasi, sejauh ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat jumlah kasus meninggal karena gangguan ginjal akut bertambah jadi 200 orang.

"Saat ini yang sembuh sudah ada, kita masih tercatat dari 27 provinsi dan saat ini yang dirawat tinggal 13. Sementara, total kematian ada 200 orang dan yang sembuh ada 111 orang," jelas Juru Bicara Kemenkes dr. Mohammad Syahril dalam Tea time IDI Menjawab soal Update Terkini Gangguan Ginjal Akut pada Anak disiarkan di Instagram IDI, Jumat (18/11/2022). 

 BACA JUGA:Update, Kasus Kematian Gagal Ginjal Akut Bertambah 200 Kasus!

BACA JUGA:Kasus Kematian akibat Gangguan Ginjal Akut, Diakui BPOM Jadi Tamparan

1
2