Share

Kenapa Berhubungan Seks Itu Menyenangkan?

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Jum'at 18 November 2022 01:16 WIB
$detail['images_title']
Seks itu menyenangkan (Foto: Love panky)

BANYAK orang menyukai berhubungan seks sebab hal itu menyenangkan. Bahkan ada orang-orang yang sampai kecanduan.

Seks yang menyenangkan sejatinya sangat bergantung pada otak, yang melepaskan hormon yang mendukung kenikmatan seksual dan meredakan rangsangan sebagai kenikmatan.

Dilansir dari Medical News Today, Peneliti Seks, William Masters dan Virginia Johnson mengidentifikasi empat fase gairah seksual yang berbeda, masing-masing dengan efek unik pada tubuh.

Penelitian mereka telah mengarah pada penggunaan umum dari keempat kategori ini untuk menjelaskan respons seksual:

 hubungan seks

1. Keinginan atau kegembiraan

Selama fase keinginan, jaringan di Mr.P, Miss V, panggul, vulva, dan klitoris terisi darah. Ini meningkatkan sensitivitas saraf di area tubuh ini.

Aliran darah ini juga menghasilkan cairan yang disebut transudat, yang melumasi Miss V.

Otot di seluruh tubuh mulai berkontraksi. Beberapa orang bernapas lebih cepat atau mengalami kulit memerah karena peningkatan aliran darah.

2. Fase Plateu

Selama fase plateu, gairah seseorang terus meningkat. Miss V, Mr.P, dan klitoris menjadi lebih sensitif.

Seseorang mungkin mengalami variasi dalam kepekaan dan gairah selama periode ini. Gairah dan minat bisa menurun, meningkat, lalu menurun lagi.

 BACA JUGA:5 Tips Merapatkan Miss V Agar Main Seks Makin Enak, Cewek Wajib Baca!

3. Orgasme

Dengan stimulasi yang tepat dan kondisi mental yang tepat, seseorang bisa mengalami orgasme.

Bagi sebagian besar wanita, rangsangan klitoris adalah cara tercepat dan paling efektif menuju orgasme. Bagi sebagian orang, itu adalah satu-satunya jalan menuju orgasme.

Laki-laki mungkin membutuhkan stimulasi pada bagian corpus dan glans yang berkepanjangan.

Kebanyakan pria mengalami ejakulasi saat orgasme, tetapi ada kemungkinan mengalami orgasme tanpa ejakulasi. Beberapa wanita juga mengalami ejakulasi saat orgasme, meski kandungan cairan ini tetap menjadi bahan diskusi ilmiah.

Baik pria maupun wanita mengalami kontraksi otot yang intens selama orgasm

Pria mengalami kontraksi ini di rektum, Mr.P, dan panggul, sedangkan wanita mengalaminya di Miss V, rahim, dan rektum. Beberapa orang mengalami kontraksi di seluruh tubuh.

4. Resolusi

Setelah orgasme, otot-otot mengendur, dan tubuh perlahan kembali ke keadaan sebelum terangsang.

Proses ini berbeda untuk pria dan wanita. Meskipun sebagian besar pria tidak dapat mengalami orgasme segera setelah ejakulasi, banyak wanita yang bisa.

Selama tahap resolusi, sebagian besar pria dan wanita mengalami periode refraktori. Selama ini, orang tersebut tidak akan menanggapi rangsangan seksual.

5. Efek seks di otak

Agar seks terasa menyenangkan, otak harus menginterpretasikan sensasi seksual sebagai kenikmatan.

Saraf di area seksual tubuh mengirimkan sinyal khusus ke otak, dan otak menggunakan sinyal tersebut untuk menciptakan berbagai sensasi seksual.

Neurotransmitter adalah pembawa pesan kimiawi yang membantu otak berkomunikasi dengan area tubuh lainnya. Beberapa neurotransmitter memiliki peran dalam kenikmatan seksual:

Kadar prolaktin meningkat segera setelah orgasme. Hormon ini mungkin terkait dengan berkurangnya respons seksual, yang mungkin menjelaskan periode refraktori.Dopamin adalah hormon yang terkait dengan motivasi dan penghargaan. Ini meningkatkan gairah seksual, dan tubuh mengeluarkannya selama tahap keinginan.

Oksitosin, juga dikenal sebagai hormon cinta atau ikatan, meningkatkan perasaan keintiman dan kedekatan. Tubuh melepaskannya setelah orgasme.

Tubuh melepaskan serotonin, yang mendukung perasaan sejahtera dan bahagia, selama fase gairah.

 Norepinefrin melebarkan dan menyempitkan pembuluh darah, membuat alat kelamin lebih sensitif. Tubuh melepaskan ini selama rangsangan seksual.

1
2