Share

2 Perusahaan Farmasi Jadi Tersangka di Kasus Obat Sirup, Bagaimana Nasib Sisanya?

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Kamis 17 November 2022 15:29 WIB
$detail['images_title']
Obat sirup (Foto: Istock)

KEPALA Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Penny L Lukito menjelaskan, saat ini telah dilakukan penindakan terhadap lima industri farmasi. Dari lima industri farmasi tersebut, dua di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"BPOM melakukan penindakan terhadap 5 industri farmasi produksi sirup obat mengandung cemaran di atas ambang batas dan satu distributor bahan kimia dan pemalsuan pengoplosan propilen glikol," ujarnya saat konferensi pers Perkembangan Hasil Pengawasan dan Penindakan Terkait Sirup Obat yang Mengandung Cemaran Etilen Glikol/Dietilen Glikol, Kamis (17/11/2022).

Penny Lukito

"PT Yarindo Parmatama, PT Universal Pharmaceutical Industries telah dilakukan proses penyidikan dan telah ditetapkan tersangka," imbuhnya.

Sedangkan untuk PT Ciubros Farma masih dilakukan proses penyidikan dan dilakukan pemeriksaan saksi. Penny yakin nanti akan dilakukan penetapan tersangka berikutnya.

"Demikian juga PT Samco Farma, BPOM masih proses investigasi untuk menetapkan tersangka," ujarnya.

Penny menerangkan, penyidikan terhadap dua sarana yaitu produksi Afi Farma dan Samudra Chemical telah berproses bersama BPOM dan kepolisian. kedua pihak telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait juga dengan Kejagung untuk melakukan kelancaran penindakan hukumnya untuk memberikan efek jera kepada para pemain.

Kasus obat sirup ini berawal dari banyaknya anak-anak yang terkena gagal ginjal akut. Bahkan banyak anak yang sakit parah hingga meninggal dunia. Oleh karena itu kasus ini harus dikawal sampai akhir.

Hingga kini masih 14 anak dengan gagal ginjal akut (GGA) yang masih dalam perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Kementerian kesehatan menyampaikan bahwa kasus didominasi oleh anak-anak sekitar usia 1-5 tahun.

Juru Bicara Kemenkes dr Mohammad Syahril mengatakan, dari ke-14 pasien tersebut, dilaporkan tidak memiliki penyakit penyerta (komorbid), melainkan murni sakit GGA yang disebabkan oleh toksikasi dari EG dan DEG pada sirop/obat.

1
2