Share

Kasus Kematian akibat Gangguan Ginjal Akut, Diakui BPOM Jadi Tamparan

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 18 November 2022 08:00 WIB
$detail['images_title']
kasus gangguan ginjal akut, (Foto: Medicaldialogue)

BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI jadi pihak utama yang disorot masyarakat, terkait kasus obat sirop tercemar zat etilen glikol dan dietilen glikol, yang diduga sebagai dalang utama dari merebaknya kasus gangguan ginjal akut.

Merenggut hingga 199 nyawa pasien (merujuk data Kementerian Kesehatan per 16 November 2022) kasus gangguan ginjal akut yang didominasi pasien anak di bawah usia 5 tahun ini, diakui BPOM menjadi tamparan keras yang menyadarkan dan membuka mata mereka, sebagai lembaga yang berwenang.

"Tragedi ini membuka mata kami,” ujar Penny saat konferensi pers virtual BPOM RI baru-baru ini.

“Membuka mata kami untuk harus melakukan transformasi, karena banyak 'gap' yang kemudian dimanfaatkan oleh para penjahat dan berdampak pada keselamatan nyawa manusia," sambungnya.

(Foto: Tangkapan layar konpers daring)

Dari tragedi tragis ini, Penny mengaku saat ini BPOM berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan masalah yang ada dengan mengidentifikasi sebab masalah, dan memastikan sebab tersebut sekaligus mencari apa solusinya.

Follow Berita Okezone di Google News

"Kami akan perkuat lagi tupoksi kami sebagai regulator yang menjamin keselamatan dan kesehatan masyarakat. BPOM memerlukan sumber daya yang lebih besar untuk bisa memastikan obat yang dikonsumsi aman dan bermanfaat," pungkas Penny.

Agar kasus seperti ini tidak terulang lagi bahkan hingga memakan korban di masa mendatang, ia sabgat meminta dukungan masyarakat sebagai konsumen obat, supaya tidak sembarangan dalam membeli obat.

Masyarakat diminta untuk sangat berhati-hati, terutama jika membeli obat dengan cara online. Pasalnya, setelah BPOM mengumumkan daftar obat terlarang, faktanya di lapangan masih ada transaksi obat tak aman yang terciduk.

 BACA JUGA:Bantah Kecolongan, BPOM Sebut Ada 168 Obat Sirup yang Aman Dikonsumsi

BACA JUGA:Digugat KKI karena Kasus Obat Sirop Tercemar, BPOM: Silakan Saja!

1
2