Share

14 Kasus Gagal Ginjal Akut Dirawat di RSCM, Kemenkes: Tidak Ada yang Komorbid!

Kevi Laras, Jurnalis · Kamis 17 November 2022 14:41 WIB
$detail['images_title']
Anak kena gagal ginjal akut (Foto: Lost a helping hand)

SEBANYAK 14 kasus dari gagal ginjal akut (GGA) di Indonesia masih dalam perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Kementerian kesehatan menyampaikan bahwa kasus didominasi oleh anak-anak sekitar usia 1-5 tahun.

Juru Bicara Kemenkes dr Mohammad Syahril mengatakan, dari ke-14 pasien tersebut, dilaporkan tidak memiliki penyakit penyerta (komorbid), melainkan murni sakit GGA yang disebabkan oleh toksikasi dari EG dan DEG pada sirop/obat.

 anak kena gagal ginjal akut

"Jadi tidak ada komorbid atau penyakit penyerta karena ini masih anak-anak semua ya," kata Juru Bicara Kemenkes dr Syahril dalam Konferensi Pers Update Gagal Ginjal Akut di Indonesia ditayangkan di YouTube Kemenkes, Rabu (16/11/2022).

Lebih lanjut dikatakan dari ke-14 kasus ini, semua tingkat keparahan pada level stadium 3. Sehingga masih dilakukan perawatan dengan pemberian obat penawar Fomepizole.

 BACA JUGA:Masih Ada 14 Pasien Gagal Ginjal Akut di RSCM, Kemenkes: Semua Stadium 3

dr Syahril menambahkan, ke-14 pasien ini dipastikan mengalami kerusakan ginjal, dan harus dirawat intensif di RSCM. "Sebenarnya tidak ada komorbid yang lain karena masih anak-anak, mereka masih di PICU ya dirawat intensif," jelasnya.

Kendati, perkembangan kasus GGA di Indonesia dipastikan mengalami penurunan. Kementerian kesehatan (Kemenkes) mengatakan jika penurunan ini, sudah terjadi selama 14 hari atau 2 Minggu sejak 2 November lalu.

"Sejak 2 November sampai sekarang dalam 2 Minggu terjadi penurunan kasus, tidak bertambah artinya. Alhamdulillah tidak ada kita tetap di 324 kasus," jelas dr Syahril.

Sekadar informasi, menurut Kemenkes penurunan kasus kematian dan kasus baru karena dua hal yakni, penerbitan Surat Edaran Kementerian Kesehatan pada 18 Oktober 2022 yang melarang tenaga kesehatan dan apotek untuk menggunakan obat sirup kepada anak, hingga take down afifarma pada tanggal 31 Oktober 2022, dan penggunaan antidotum (penawar) fomepizole injeksi sebagai bagian dari terapi/pengobatan kepada pasien.

1
2