Share

12 Obat Sirup Boleh Digunakan, Kemenkes: Harus dalam Pengawasan Ketat!

Kevi Laras, Jurnalis · Kamis 17 November 2022 09:54 WIB
$detail['images_title']
Obat sirup (Foto: Istock)

KASUS Gagal ginjal akut (GGA) di Indonesia masih menimbulkan tanda tanya besar bagi masyarakat. Dugaan kuat sementara ialah obat sirup yang tercemar kandungan etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG).

Dengan itu obat sirup dilarang digunakan untuk sementara. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan masih ada 12 obat yang diperbolehkan, tapi harus dalam pengawasan ketat tenaga kesehatan (Nakes).

 obat sirup

Menurut Juru Bicara Kemenkes dr Mohammad Syahril, 12 obat tersebut merupakan obat kritikal, yang harus tetap digunakan oleh pasien ataupun orang dalam pengobatan. "Obat-obat kritikal ini tetap boleh, boleh digunakan tenaga kesehatan harus dengan pengawasan ketat,” kata Juru Bicara Kemenkes dr Syahril dalam konferensi pers Update Gagal Ginjal Akut di Indonesia disiarkan di YouTube Kemenkes, Rabu (16/11/2022)

 BACA JUGA:Catat! Ini Daftar 185 Obat Sirop yang Boleh Dikonsumsi Menurut Kemenkes

Berikut ke-12 obat sirup yang diperbolehkan diantaranya;

-Asam valproat (Valproic acid),

-Depakene

-Depval

-Epifri

-Ikalep

-Sodium valproate

- Valeptik

-Vellepsy

-Veronil

-Revatio sirup,

- Viagra sirup

-Kloralhidrat (Chloral hydrate) sirup

Hal ini merupakan bagian dari surat edaran yang dikeluarkan oleh Kemenkes. Surat edaran Petunjuk Penggunaan Obat Sediaan Cair/ Sirop pada Anak dalam rangka Pencegahan Peningkatan Kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal Nomor HK.02.02/III/3713/2022, yang ditetapkan pada 11 November 2022.

Dengan begitu, Kemenkes melalui surat edaran ini, seluruh fasilitas Kesehatan dan penyelenggara sistem elektronik farmasi (PSEF) dan toko obat dalam penggunaan obat, diminta untuk berpedoman pada penjelasan Kepala BPOM terkait dengan daftar obat yang boleh digunakan, dikecualikan dan tidak boleh digunakan.

1
2