Share

Waduh! Tren Kencan Online Bikin Kasus Gonore dan Klamidia Meroket

Vivin Lizetha, Jurnalis · Rabu 16 November 2022 11:00 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (foto: Istimewa)

POPULARITAS kencan online menyebabkan masalah baru di masyarakat khususnya bidang kesehatan. Dikutip dari The Guardian, Rabu (16/11/2022), diketahui terjadi peningkatan jumlah infeksi menular seksual (IMS) di kalangan pemakai aplikasi kencan online.

Menariknya, peningkatan jumlah penderita IMS ini terjadi di kalangan usia 65 tahun ke atas. Menurut laporan The Guardian, dokter spesialis kulit di Inggris mengaku mengalami peningkatan pasien sejak tahun lalu. Lebih dari 4 juta orang membuat janji untuk konsultasi terkait kesehatan kelamin.

tren aplikasi kencan online

Rata-rata mereka membutuhkan bantuan untuk masalah kontrasepsi. Menurut laporan Asosiasi Pemerintah Daerah, lonjakan kasus kesehatan seksual dan reproduksi ini akibat dari perubahan perilaku seksual masyarakat.

Jumlah IMS yang tercatat di antara usia di atas 65 tahun meningkat dari 2.280 pada 2017 menjadi 2.748 pada 2019. Terjadi kenaikan sebesar 20 persen. Penyakit yang paling banyak diderita pasien adalah gonore dan klamidia.

Pertemuan “Chemsex,” di mana sebagian besar pria gay dan biseksual berhubungan seks sambil menggunakan obat-obatan seperti GHB dan mephedrone, meningkatkan risiko orang terinfeksi HIV atau hepatitis B atau C.

Follow Berita Okezone di Google News

Otoritas kesehatan setempat mengatakan telah memberikan lebih dari £3,4 miliar (Rp 55 triliun) tahun ini kepada otoritas lokal di Inggris untuk mendanai layanan kesehatan masyarakat, termasuk kesehatan seksual dan reproduksi.
 
Mereka berharap dengan demikian otoritas lokal bertanggung jawab untuk menyediakan layanan kesehatan seksual dan reproduksi akses terbuka pada masyarakat. Termasuk tes HIV dan IMS gratis dan rahasia, kondom, penyediaan obat pencegahan HIV PrEP, saran vaksinasi dan kontrasepsi, untuk mengurangi penularan yang lebih massif.

Otoritas kesehatan setempat mengatakan telah memberikan lebih dari £3,4 miliar (Rp 55 triliun) tahun ini kepada otoritas lokal di Inggris untuk mendanai layanan kesehatan masyarakat, termasuk kesehatan seksual dan reproduksi.


 
Mereka berharap dengan demikian otoritas lokal bertanggung jawab untuk menyediakan layanan kesehatan seksual dan reproduksi akses terbuka pada masyarakat. Termasuk tes HIV dan IMS gratis dan rahasia, kondom, penyediaan obat pencegahan HIV PrEP, saran vaksinasi dan kontrasepsi, untuk mengurangi penularan yang lebih massif.

1
2