Share

Studi: Terlalu 'Keras' Berhubungan Seks, Bisa Picu Serangan Asma yang Berbahaya

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 16 November 2022 16:00 WIB
$detail['images_title']
waspada berhubungan seks terlalu keras, (Foto: Shutterstock-NY Post)

BUKAN hanya kondom, pelumas atau mainan seks, tampaknya beberapa orang terutama yang mengidap penyakit pernapasan seperti asma juga membutuhkan inhaler sebagai alat bantu saat melakukan hubungan seks.

Sebab, menurut studi baru dari American College of Allergy, Asthma and Immunology, hubungan seks yang intens bisa memicu serangan asma yang berbahaya mengancam jiwa, dikutip dari New York Post, Kamis (16/11/2022).

Mengapa demikian? Well, hubungan intim yang begitu intens dinilai peneliti studi sebagai olahraga berat yang membutuhkan banyak energi, terutama bagi para pengidap asma.

“Banyak orang tidak menyadari bahwa pengeluaran energi untuk aktivitas seksual setara dengan menaiki dua tangga,” kata Dr. Ariel Leung, sang penulis studi.

Aktivitas olahraga selalu menjadi risiko bagi orang yang memiliki asma, karena napas berat yang meradang dan membengkak saluran udara, menyebabkan saluran pernapasan menyempit.

Disebutkan lebih lanjut, menurut penelitian di atas, pengidap asma yang aktif secara seksual bisa saja mengalami "eksaserbasi asma pasca-koitus" jika hubungan seks yang dilakukannya terlalu intens, keras, menguras energi.

Namun memang, biasanya saat berhubungan seks, kebanyakan orang tidak menyadari gejala serangan asma. Dokter Ariel mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap tanda-tanda gejala serangan asma tersebut.

“Saat serangan asma yang dipicu aktivitas seksual bisa diidentifikasi dan diobati dengan benar, ahli alergi jadi lebih mampu meningkatkan kualitas hidup pasien (asma) mereka,” pungkasnya.

Sebagai saran, bagi para pengidap asma, bisa pakai inhaler terlebih dahulu di 30 menit sebelum berhubungan seks untuk bisa mencegah serangan asma datang.

 BACA JUGA:Studi: Reinfeksi Covid-19 Lebih Berisiko daripada yang Pertama, Peluang Kematian hingga 2 Kali Lipat!

BACA JUGA:Studi: Suplemen Diet Tak Ampuh Lawan Kolesterol Jahat

1
2