Share

Eliminasi TBC, Indonesia Gandeng UAE

Kevi Laras, Jurnalis · Rabu 16 November 2022 11:38 WIB
$detail['images_title']
Mengeliminasi TBC (Foto: Allen county)

INDONESIA terus berupaya mengeliminasi tuberkulosis (TBC), tentunya perlu dukungan. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyaksikan penandatanganan MoU Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) dengan perusahaan dari United Arab Emirates (UAE).

Pengentasan TBC jadi bagian transformasi kesehatan dalam pilar Layanan Kesehatan Primer. Kerja sama yang mendorong perusahaan Indonesia, lebih maju dalam transformasi kesehatan di sektor swasta, pengalaman dalam genom sekuensing dan analisis data.

 Menkes Budi

"Kerja sama ini merupakan tonggak penting dalam membangun kapabilitas Indonesia melalui transfer teknologi dan pengetahuan, serta memanfaatkan solusi terbaik di kelasnya untuk meningkatkan ekosistem kesehatan Indonesia,” ujar Menkes Budi dalam Sehat Negeriku laman Kemenkes, dikutip Rabu (16/11/2022).

Lebih lanjut, Menkes Budi mengatakan, kerja sama ini akan berpengaruh pada peningkatan populasi di Indonesia. Dengan kualitas kesehatan yang bagus, dan memacu pertumbuhan ekonomi.

United Arab Emirates (UAE) Melalui Nota Diplomatik Kedubes PEA di Jakarta No. 1/3/19-281 menyampaikan, komitmen Pemerintah Uni Emirat Arab untuk memberikan hibah berupa Financial Aid sebesar 10 juta USD untuk mendukung program pencegahan tuberkulosis di Indonesia.

 BACA JUGA:Update Gagal Ginjal Akut! Menkes Sebut Kasusnya Melandai

Sebelumnya, Menkes Budi tengah merencanakan pilot project genome sequencing mobile, di mana saat ini sudah tersedia genome sequencing baru seukuran handphone. Sehingga pendeteksian varian bakteri bisa dilakukan dengan cepat, dan pasien bisa segera diberi obat yang tepat.

“Dengan demikian kita bisa kasih paket pengobatannya itu yang benar-benar cocok dengan pasien,” ucap Menkes Budi di sisi lain

Sekadar informasi, Infeksi Laten Tuberkulosis adalah keadaaan sistem kekebalan tubuh orang yang terinfeksi tidak mampu mengeliminasi bakteri Mycobacterium tuberculosis secara sempurna, tetapi mampu mengendalikan bakteri TBC sehingga tidak timbul gejala sakit TBC.

1
2