Share

Kisah Pria Asal Bogor Pulang dengan Peti Mati Ternyata Masih Hidup, Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Vivin Lizetha, Jurnalis · Selasa 15 November 2022 12:54 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi. (foto: Istimewa)

SEORANG pria berinisial US (40), membuat gempar warga Bogor tiba-tiba hidup saat hendak dimakamkan. Pria asal Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor itu sebelumnya pulang ke rumah dalam peti mati dari Semarang.

Kakak US, Saputra membenarkan sang adik pulang ke rumah sudah berada di dalam peti mati setelah didapatkan kabar meninggal dunia dari Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat 11 November 2022. Tetapi, dirinya belum bisa menjelaskan lebih jauh terkait kondisi maupun kronologi yang dialami US.

pria mati suri

Keluarga hanya mendapat kabar bahwa US meninggal dunia karena sakit. Sesampainya peti mati di rumah duka, keluarga pun berniat melihat US untuk terakhir kalinya hingga akhirnya diketahui masih bernafas.

Pihak keluarga kemudian membawa US ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor. Saat ini US masih menjalani perawatan di rumah sakit dan dalam kondisi penurunan kesadaran.

Menilik kisah yang terjadi pada US, tak sedikit netizen mengaitkannya dengan kondisi mati suri. Dikutip dari All The Science, mati suri adalah keadaan yang disebabkan oleh beberapa fungsi tubuh yang hidup namun terlihat seperti mati.

Secara keseluruhan, tubuh tampak mati karena fungsi kehidupan seperti detak jantung dan pernapasan hampir tidak dapat dideteksi kecuali oleh perangkat medis. Dalam keadaan mati suri, tubuh secara artifisial masuk ke dalam keadaan di ambang kematian.

Sebuah eksperimen dilakukan pada hewan untuk mengetahui seluk beluk mati suri. Hewan tersebut disuntikkan cairan dingin ke dalam tubuh untuk membuatnya hipotermia parah.

Saat suhu tubuh turun, seluruh metabolisme menjadi lambat. Hewan percobaan itu mulai memasuki ambang kematian. Namun para ahli bedah mencoba memperbaiki selama rentang waktu tertentu. Akhirnya hewan tersebut mampu melewati masa kritis dan membuat suhu tubuhnya kembali normal.

Dari percobaan itu disimpulkan bahwa tubuh didinginkan untuk mengurangi kebutuhannya akan oksigen. Saat tubuh mengalami trauma, kebutuhan oksigennya cukup tinggi, namun suplainya rendah karena kehilangan darah. Akibatnya, tubuh mengalami kerusakan otak terlebih dahulu, kemudian kematian dalam waktu yang sangat singkat.

Dengan memperlambat aktivitas metabolisme, kebutuhan oksigen tubuh berkurang, memberi lebih banyak waktu bagi tenaga medis untuk menangani kerusakan. Idenya di sini adalah menjaga tubuh tetap hidup di lingkungan yang kekurangan oksigen dengan mengurangi kebutuhan oksigennya.

Meski penelitian ini cukup kompleks, namun belum dapat menjelaskan penyebab tubuh manusia bisa mengalami mati suri secara lebih lanjut. Masih perlu pendalaman ilmiah tentang hal tersebut.

1
2