Share

Senang Seks Anal, Ini Bahayanya Bagi Cewek!

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Selasa 15 November 2022 03:02 WIB
$detail['images_title']
Pasangan (Foto: Society 19)

MELAKUKAN hubungan seksual merupakan kebutuhan setiap pasangan menikah. Mendapatkan seks yang aman dan sehat salah satu cara untuk mendapat kepuasaan dan menjaga kesehatan diri.

Namun ada loh beberapa tindakan seks yang berbahaya, salah satunya adalah seks anal. Seks anal praktik memasukkan penis, jari, atau benda asing seperti vibrator ke dalam anus.

 seks

Praktik ini banyak dilakukan oleh pasangan untuk mendapatkan sensasi baru saat bercinta. Namun hubungan seks tersebut berbahaya lho.

Dilansir dari Medical News Today, dari sisi kesehatan fisik sendiri, seks anal dapat membuat kulit anus menjadi cedera karena anus secara alami tidak dapat melumasi dirinya sendiri. Hal itu membuat ketidaknyamanan dari sisi perempuan.

Di dalam anus sendiri terkandung banyak kotoran atau tinja yang secara alami mengandung banyak bakteri melewati rektum dan anus saat meninggalkan tubuh, bakteri tersebut berpotensi menyerang kulit melalui air mani.

Lalu apa bahaya seks anak bagi perempuan?

Selain itu, risiko berbahaya lainnya adalah dapat menyebabkan infeksi menular seksual (IMS). Misalnya, karena kulit lebih cenderung robek saat melakukan seks anal daripada saat berhubungan seks melalui vagina, maka ada peluang lebih besar untuk menyebarkan IMS.

Contohnya termasuk klamidia, gonore, hepatitis, HIV, dan herpes. Ini bisa menjadi kondisi jangka panjang, karena banyak IMS susah disembuhkan.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), seks anal adalah perilaku seksual berisiko tertinggi untuk penularan HIV dibandingkan dengan bentuk seks lain, seperti seks vaginal atau oral.

Dalam seks anal reseptif atau bottoming, HIV 13 kali lebih mungkin menginfeksi pasangan bawah daripada pasangan insertif.

Menurut sebuah studi tahun 2016 di American Journal of Gastroenterology melihat perilaku seksual 4.170 orang dewasa. Peneliti bertanya kepada orang dewasa apakah mereka pernah melakukan hubungan seks anal, dan apakah mereka mengalami inkontinensia tinja.

Mereka menemukan bahwa 37,3 persen wanita dan 4,5 persen pria telah melakukan hubungan seks anal. Mereka juga menemukan bahwa tingkat inkontinensia tinja sedikit lebih tinggi di antara pria dan wanita yang melakukan hubungan seks anal dibandingkan dengan mereka yang tidak. Pria yang melakukan hubungan seks anal memiliki tingkat inkontinensia tinja yang lebih tinggi daripada wanita.

 BACA JUGA:Manfaat Berhubungan Seks Untuk Kesehatan Mental, Salah Satunya Redakan Stres!

Studi ini mengarahkan para peneliti untuk menyimpulkan ada hubungan potensial antara inkontinensia tinja dan seks anal. Namun, banyak ahli mengkritik penelitian ini karena tidak mengevaluasi faktor lain yang berkontribusi terhadap inkontinensia tinja.

Oleh karena itu, sulit bagi dokter dan peneliti untuk sepenuhnya mendukung penelitian dan hasilnya sebagai bukti bahwa inkontinensia tinja adalah kemungkinan risiko jangka panjang dari seks anal.

Rupanya seks anal tak hanya berpengaruh pada kesehatan fisik saja tapi juga mental. Biasanya mereka yang melakukan hubungan seks anal dengan paksaan dapat mengalami gangguan psikologis, mulai dari rasa malu hingga trauma.

Gangguan psikologis ini makin parah ketika dialami oleh remaja dan pastinya bisa berjangka panjang. Bahkan efek buruknya bisa menyebabkan seseorang bunuh diri karena depresi.

1
2