Share

Begini Proses Kematian Akibat Kelaparan

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 14 November 2022 11:23 WIB
$detail['images_title']
Kelaparan bisa menewaskan (Foto: Love food hate waste)

RATA-RATA manusia hanya mampu bertahan hidup seminggu tanpa makan dan minum. Akan lebih parah jika seseorang punya komorbid dan mengharuskannya mengonsumsi obat-obatan rutin setiap hari.

Kematian tragis satu keluarga di Kalideres menjadi pembahasan hangat saat ini. Empat orang dinyatakan meninggal diduga akibat tidak makan dan minum dalam kurun waktu yang lama.

 sekeluarga tewas kelaparan

Menjadi pertanyaan sekarang, bagaimana proses kematian yang terjadi pada tubuh yang tidak mendapat asupan makanan dan minuman sama sekali?

Praktisi Klinis Prof Ari Fahrial Syam menerangkan, proses kematian akibat tidak makan dan minum dalam beberapa hari dapat dijelaskan secara ilmiah.

"Jadi, kelaparan yang berkepanjangan dapat mengakibatkan kerusakan serius pada organ tubuh dan mental seseorang," katanya melalui pesan singkat, Senin (14/11/2022).

Ketika tubuh defisit asupan energi, kata Prof Ari, tubuh mengonsumsi cadangannya sendiri untuk menjaga glukosa darah, bahan bakar utama tubuh.

Jadi, tubuh pertama-tama akan menggunakan cadangan lemak. Kemudian tubuh mulai menggunakan otot dan jaringan organ untuk menghasilkan energi. Kekurangan garam dan vitamin juga semakin memperburuk kondisi tubuh.

 BACA JUGA:Sekeluarga Tewas Kelaparan, Berapa Lama Seseorang Bisa Bertahan Hidup Tanpa Makan Minum?

"Selama tidak makan dan minum, selain penurunan berat badan, gejala umum penyerta akan bermunculan," terangnya. Gejala tersebut antara lain:

1. Sensasi lapar di awal, kemudian hilang nafsu makan

2. Apatis dan lekas marah

3. Sakit kepala, pusing, sulit bangun atau bergerak

4. Kecemasan, kesedihan, susah tidur, gangguan konsentrasi

5. Nyeri perut, tukak lambung, mual, konstipasi (terkadang diare)

6. Gangguan pada ginjal sampai gagal ginjal karena akan terjadi dehidrasi berat

7. Tekanan darah menurun dan pernapasan melemah

8. Gangguan neurologis atau saraf seperti kelumpuhan ekstremitas, kebutaan, dan koma

9. Kematian karena masalah neurologis, jantung, paru, atau ginjal, serta komplikasi lainnya.

1
2