Share

Daftar 11 Obat Lambung Cair yang Dilarang BPOM, Diduga Tercemar EG dan DEG

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 14 November 2022 16:45 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi obat sirop, (Foto: Freepik)

BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI sudah mengumumkan sederet obat cair alias obat sirop untuk sakit lambung yang kini dilarang pemakaiannya, karena mengandung cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG).

Hal ini disampaikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr Jeffri Aloys Gunawan, SpPD atau yang biasa disebut dr. Jeff Aloys. Dalam unggahan terbaru di akun Instagram miliknya, ia menuliskan 11 nama obat yang sudah dicicuk oleh BPOM,

'”11 obat maag/GERD/ lambung, sering dipakai untuk lambung atau GERD atau sakit perut, obat ini kini dilarang,” tulis dr. Jeff sebagai keterangan foto

(Foto: tangkapan layar Instagram @drjeffaloys)

Dari total 73 obat sirop yang ditarik  atau dicabut izinnya oleh BPOM, total ada 11 obat lambung/GERD/ maag yang diciduk BPOM dari tiga perusahaan produsen berbeda, yaitu PT Yarindo Farmatama (3 merek), PT Universal Pharmaceutical Industries (1), dan PT Afi Farma (7). Berikut 11 daftar nama obat tersebut. 

a) PT Yarindo Farmatama

1. Dopepsa, suspensi, botol isi 100 ml

2. Sucralfate, suspensi, botol isi 100 ml

3. Tomaag forte, suspensi, botol isi 100 ml

 

b) PT Universal Pharmaceutical Industries

 

1. Antasida DOEN, suspensi, botol isi 60 ml

c) PT Afi Farma

1. Antasida DOEN, suspensi, botol plastik isi 60 ml

2. Antasida DOEN, suspensi, Dus, 1 botol plastik isi 60 ml

3. Domperidone, suspensi, botol plastik isi 60 ml

4. Domperidone, drops, Dus, 1 botol plastik isi 10 ml

5. Gastrucid, suspensi, Dus, 1 botol plastik isi 60 ml

6. Domino, suspensi, botol plastik isi 60 ml

7. Domino, drops, Dus, 1 botol plastik isi 10 ml

"Jadi, total ada 11 ya guys yang sering dipakai untuk maag atau GERD, atau lambung yang diduga tercemar etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) terlampau tinggi menurut BPOM (hingga 91 persen padaha maksimal harusnya 0,1 persen)," ungkap dr. Jeff, dikutiip Senin (14/11/2022).

"Sekarang baiknya dihindari dulu,  yang sudah terlanjur beli, jangan sampai sayang lantas tidak dibuang," saran dr. Jeff Aloys

Nama-nama obat ini muncul mengacu pada penelusuran BPOM di gudang CV Samudra Chemical. CV tersebut merupakan supplier untuk CV Anugerah Perdana Gemilang yang memasok industri farmasi PT Yarindo Farmatama melalui CV Budiarta. Produk obat sirup PT Yarindo kini telah ditarik izin edarnya oleh BPOM.

 BACA JUGA:Update! Daftar 73 Obat Sirup yang Dicabut Izin Edar oleh BPOM Terkait Gagal Ginjal Akut

BACA JUGA:Menkes Tolak Tawaran 200 Obat Fomepizole untuk Gangguan Ginjal Akut dari Jepang, Kenapa?

1
2