Share

Melihat Wanita Berkebaya Merah Bikin Terangsang, Fetish kah?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Minggu 13 November 2022 09:30 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi. (foto: Unsplash)

WANITA kebaya merah jadi isu hangat di minggu ini. Updatenya, polisi telah menangkap pemeran video mesum tersebut, dan kini pendalaman kasus tengah dilakukan termasuk soal kejiwaan si wanita kebaya merah.

Dari kejadian ini, masyarakat jadi punya banyak materi obrolan, termasuk apakah dengan melihat wanita berkebaya merah dan Anda jadi terangsang, itu termasuk fetish?

Menurut Psikolog Klinis Meity Arianty, menilai fetish tidak hanya dari respons seksual yang muncul setelah melihat objek, dalam hal ini kebaya merah. Perlu pendalaman lebih lanjut.

"Jadi, kalau ditanya apakah itu fetish ketika Anda terangsang melihat kebaya merah, bisa iya bisa tidak. Harus diperiksa lebih lanjut terkait itu," kata Mei, sapaan akrabnya, pada MNC Portal, Sabtu (12/11/2022).

"Sebab, kami para praktisi tidak bisa dengan mudah mengatakan itu fetish atau bukan, pun pada kasus video mesum wanita kebaya merah. Apakah itu fetish si pria atau bukan, perlu pendalaman lebih lanjut," tambahnya.

Kenapa diperlukan pendalaman kasus, menurut Mei, itu karena ada kemungkinan pakaian yang dikenakan yaitu kebaya merah hanya kesengajaan semata di momen tersebut, tidak ada maksud ke arah fetish. "Jadi, ya, tujuannya untuk merangsang saja," katanya.

"Kalau besok-besok pakai seragam pilot, dokter, atau suster, pun pakaian lain, dan si pasangan tetap terangsang, artinya fetish tidak merujuk hanya pada satu pakaian, kan?" paparnya.

"Pakaian 'unik' tersebut dipakai mungkin hanya pelengkap supaya pasangan lebih dapat sensasi dalam bercinta. Jadi, itu bukan melulu soal fetish," ungkap Mei.

Fetish seragam termasuk jenis fetish paling umum di masyarakat. Di buku berjudul 'Visual Dictionary of Sex' karya Dokter Umum dr Eric J. Trimmer, beberapa seragam yang kerap jadi fetish adalah seragam pemandu sorak, pelayan, sekretaris, pekerja kantoran, perawat, militer, Cleopatra, siswi, pelatih kebugaran, penjaga penjara, balerina, hingga sopir taksi.

Ada penjelasan ilmiah mengapa seseorang punya ketertarikan khusus secara seksual akan seragam-seragam tersebut. Jurnal berjudul 'Sexual and Marital Therapy' oleh dr Dinesh Bhugra dan dr Padmal De Silva (1996) menerangkan bahwa seragam dapat dilihat sebagai 'kulit luar' yang bisa menjadi unsur menarik secara seksual, pun menjadi medium seseorang menggunakan power-nya.

"Setiap seragam menunjukkan tidak hanya citra karakter, tapi juga otoritas tertentu yang menyertainya," terang studi tersebut, dikutip dari laman resmi dr Mark Griffiths, seorang psikolog chartered dan profesor perilaku kecanduan di Universitas Nottingham Trent.

Di studi itu, diterangkan juga bahwa ada 5 fungsi dari seragam, antara lain fungsi normalnya untuk menunjukan identitas profesi, fungsi fashion sebagai identitas kelompok tertentu, fungsi kesenangan, fungsi fantasi seksual, dan fungsi fetish yang mana seragam dipakai untuk memaksimalkan orgasme.

"Hubungan seragam dalam fantasi dan fetish adalah hubungan yang kompleks. Seringkali dalam situasi klinis, itu menjadi tidak mungkin memastikan kapan fantasi mengarah ke fetish dalam kenyataan dan seberapa besar peran fantasi dalam gairah terkait dengan fetish. Dari studi percontohan sebelumnya, dengan sejumlah kecil ahli fetish karet, tampak bahwa perbedaan antara fetish dan fantasi sulit bahkan untuk individu," terang studi tersebut.

1
2