Share

Raden Rubini dan Soeharto, 2 Dokter Berjasa yang Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 11 November 2022 13:29 WIB
$detail['images_title']
dr. Raden Rubini dan dr. Soeharto, (Foto: Kementerian Kesehatan RI)

MEMPERINGATI Hari Pahlawan tahun 2022, dua orang sosok dokter yang berjasa bagi bangsa Indonesia diketahui baru saja dianugerahi gelar sebagai Pahlawan Nasional.

Dua sosok dokter tersebut ialah Dr.dr.H.R.Soeharto dan dr.Raden Rubini Natawisastra. Sebagaimana dikutip dari cuitan resmi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI, Mahfud MD, @mohmahfudmd, pemberian gelar ini dianugerahkan oleh Presiden Joko Widodo setelah dilihat jejak peranan perjuangannya dan posisi sejarahnya.

“Tahun 2022 ini Presiden akan anugerahkan lagi gelar Pahlawan Nasional kepada 5 tokoh yang ikut merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Mereka diusulkan dari berbagai daerah, diteliti jejak peran juangnya, diseminar ilmiahkan posisi sejarahnya dan ditetapkan sebagai pahlawan,” tulis Mahfud MD.

Dua dari kelima Pahlawan Nasional tersebut adalah, Dr. dr. HR Soeharto dari Jawa Tengah dan dr. R. Rubini Natawisastra dari Kalimantan Barat.

(Foto: Twitter @mohmahfudmd)

Dua dokter berjasa ini, dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, Jumat (11/11/2022) adalah sosok yang merawat kesehatan Presiden Soekarno kala itu, dan juga merawat kaum perempuan korban dari tentara Jepang.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengatakan apa yang diperjuangkan hari ini oleh dokter dan tenaga kesehatan adalah hasil dari perjuangan dari para dokter, termasuk dr. HR Soeharto dan dr. R. Rubini Natawisastra di masa lalu.

Hari ini kita mengenang sekaligus mengambil pelajaran dari perjuangan para dokter terdahulu dalam menyehatkan masyarakat Indonesia,” ujar Menkes Budi.

Pemerintah menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada Dr dr HR Soeharto karena almarhum lah yang dinilai telah berjuang bersama Presiden Soekarno dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.

Sementara dr. Raden Rubini Natawisastra dinilai sangat berjasa, karena almarhum telah menjalankan misi kemanusiaan sebagai dokter keliling pada saat masa kemerdekaan. Bahkan dr. Rubini bersama istrinya rela berkorban nyawa saat berjuang, karena keduanya dibantai secara sadis oleh tentara Jepang kala itu, karena perjuangannya yang gigih untuk kemerdekaan Republik Indonesia.

 BACA JUGA:Sudah 48 Kasus Varian XBB, Kemenkes: Gejalanya Lebih Ringan dari BA.4 dan BA.5

BACA JUGA:Kemenkes: Gagal Ginjal Jadi Kasus yang Misterius

1
2