Share

Studi: Suplemen Diet Tak Ampuh Lawan Kolesterol Jahat

Wiwie Heriyani, Jurnalis · Sabtu 12 November 2022 09:00 WIB
$detail['images_title']
studi penelitian tentang kolesterol, (Foto: Freepik)

BANYAK upaya dilakukan para penderita kolesterol tinggi untuk menurunkan kadar kolestrol dalam darahnya.

Misalnya seperti yang tengah populer saat ini, mengonsumsi suplemen diet. Apakah cara ini benar-benar ampuh alias efektif untuk memerangi kolesterol jahat?

Well, merujuk pada studi baru yang hasilnya menemukan bahwa enam suplemen makanan yang biasa dipasarkan sebagai cara untuk menurunkan kolesterol, ternyata tidak berdampak signifikan pada kadar kolesterol LDL (low-density lipoprotein), yang populer disebut kolesterol jahat.

Suplemen yang diuji dalam penelitian selama 28 hari dalam strudi ini adalah suplemen yang mengandung minyak ikan, bawang putih, kayu manis, kunyit, sterol, dan beras ragi merah.

Sebaliknya, dalam penelitian tersebut, orang-orang yang menggunakan obat resep dosis rendah yang dikenal sebagai statin mengalami penurunan kadar kolesterol LDL rata-rata 35 persen.

“Dibandingkan dengan plasebo, dari yang diuji dalam penelitian ini, yang benar-benar menurunkan kolesterol LDL adalah obat statin,” terang dr. Kershaw Pate, ahli jantung pencegahan dan asisten profesor kardiologi di Houston Methodist di Texas, dr. Kershaw Patel, melansir Healthline, Sabtu (12/11/2022).

Jika melihat pada studi penelitian tersebut, dr. Kershaw mengingatkan para pasien tak perlu membuang-buang uang untuk suplemen makanan ini untuk menurunkan kolesterol LDL.

Sementara itu, Satuan Tugas Layanan Pencegahan AS merekomendasikan statin untuk orang dewasa berusia 40 sampai 75 tahun dengan faktor risiko tertentu untuk penyakit kardiovaskular.

Namun, satu survei menemukan bahwa hanya 45 persen orang Amerika di atas 40 tahun yang memenuhi syarat untuk menggunakan statin tersebut.

Dokter Kershaw menilai, orang mungkin menghindari penggunaan statin karena ada kekhawatiran tentang keamanan obat resep ini.

Senada dengan pesan dr. Kershaw, profesor kedokteran dan direktur Pusat Pencegahan, Epidemiologi dan Penelitian Klinis Welch di Universitas Johns Hopkins di Baltimore, dokter Lawrence Appel berpesan sebaiknya masyarakat jangan terlalu mudah termakan dengan iklan masif terkait suplemen tersebut.

“Benar-benar tidak ada alasan biologis yang meyakinkan mengapa suplemen ini akan menurunkan kolesterol LDL. Tidak ada dasar untuk itu,” terang dr. Lawrence

 BACA JUGA:Duh! Gagal Jantung Ternyata Lebih Mematikan dari Kanker

BACA JUGA:Hati-hati! Pria Lebih Rentan Alami Gagal Jantung daripada Wanita

1
2