Share

Anak Menelan Koin Atau Benda Asing, Haruskah Dioperasi?

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Kamis 10 November 2022 19:10 WIB
$detail['images_title']
Anak menelan koin (Foto: Health direct)

MEMANG anak-anak selalu ingin mengetahui segala sesuatu yang menarik bagi mereka. Salah satu hal yang sering mereka lakukan yakni memasukkan benda-benda asing tersebut ke mulutnya.

Akibatnya, tidak jarang banyak benda asing tertelan karena ukurannya yang kecil. Menelan benda asing tanpa disengaja menjadi kasus paling banyak, yang berkontribusi sebesar 80 persen dalam masalah kegawatdaruratan pada anak-anak.

 dibawa ke dokter untuk dapat perawatan

Benda asing atau dalam istilah medisnya Corpus Alienum yang paling sering tertelan oleh anak-anak adalah koin, mainan, magnet, dan baterai.

Menurut studi, 80-90 persen benda asing yang tertelan akan keluar dengan sendirinya melalui saluran cerna dan sedikit kasus yang butuh tindakan operasi.

Namun, beberapa benda asing menjadi berbahaya apabila menyumbat saluran yang lebih kecil, seperti saluran kerongkongan, apalagi pada anak-anak. Atau bila bendanya tajam bisa menyebabkan luka dan perdarahan. Sehingga, penting untuk orang tua ketahui kapan harus segera mencari pertolongan medis.

Lalu apakah anak harus dioperasi?

Sebenarnya hal yang perlu dilakukan awalnya endoskopi, yakni prosedur medis yang dilakukan dengan memasukkan alat berbentuk selang yang dilengkapi dengan kamera dan senter pada bagian ujungnya, untuk melihat organ bagian dalam bisa dilakukan untuk membantu menangani kasus anak yang tak sengaja menelan benda asing.

 BACA JUGA:Studi: Ratusan Anak Sakit Parah Akibat Covid-19 karena Belum Divaksin

"Tindakan endoskopi sendiri sebetulnya cepat untuk dilakukan, namun pasien dalam hal ini anak-anak atau balita harus kita persiapkan supaya tidak menjadi traumatis dan sekaligus memudahkan dokter dalam melakukan prosedurnya," kata Dr. Nuraini Irma Susanti, Sp.A(K), Spesialis Anak Konsultan Hati dan Saluran Cerna (Gastroenterohepatologi) Mayapada Hospital Jakarta Selatan seperti dilansir dari Antara.

Dr. Amalia Evianti Sp.Rad(K), Konsultan Radiologi Anak mengatakan bahwa pasien anak memerlukan perlakuan khusus supaya mereka bisa tenang dan rileks sebelum pemeriksaan supaya kita mendapatkan gambar yang bagus. Jadi penegakan diagnosisnya bisa optimal.

"Tindakan pembedahan baru dipertimbangkan jika benda asing yang tertelan berpotensi menyebabkan sumbatan di saluran cerna," kata Dr. Sastiono, Sp.B SubspPed(k), Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Anak Mayapada Hospital Kuningan.

Jika dipertimbangkan masih bisa keluar melalui BAB, maka bisa dilakukan pemantauan melalui foto rontgen untuk mengetahui letak benda asing tersebut sudah sampai dimana.

1
2