Share

Lansia Berpotensi Oesteoporosis, Perlukah Minum Susu Tinggi Kalsium?

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Kamis 10 November 2022 12:57 WIB
$detail['images_title']
Susu tinggi kalsium (Foto: Good housekeeping)

WANITA ataupun pria berpotensi mengalami oesteoporosis atau kondisi tulang menjadi lemah dan rapuh atau keropos. Banyak yang beranggapan, minum susu tinggi kalsium dapat mencegah oesteoporosis itu, apakah benar?.

Menurut pakar kesehatan Prof Zubairi bahwa lanjut usia (lansia) tidak wajib minum susu tinggi kalsium. Kalsium untuk oesteoporosis, bisa didapatkan dari susu biasa dan makanan lainnya.

 lansia

"Tidak harus. Sumber kalsium bisa kita dapatkan dari bahan makanan lain. Kadar kalsium susu biasa sebetulnya kan sudah mencukup," kata Pakar Kesehatan, Prof. dr. Zubairi Djoerban, dikutip dari laman Twitternya, Kamis (10/11/2022)

Lebih lanjut, ia mengatakan kalau susu yang diminum bagi lansia lebih baik rendah lemak. Hal ini untuk mencegah kadar kolesterol meningkat.

 BACA JUGA:Duh! Per 3 Detik Ada Kasus Patah Tulang karena Osteoporosis

Berdasarkan datanya, sekitar 13 – 18% perempuan berusia 50, dan 3 – 6 % untuk laki-laki berusia 50, atau lebih. Sedangkan jumlah perempuan yang osteopenia (derajat lebih ringan dari osteoporosis) jauh lebih banyak, 37 – 50% perempuan mengalaminya.

"Bila kadar kolesterol agak tinggi atau belum periksa kadar kolesterol darah, ada baiknya minum susu yang rendah lemak," jelas Prof Zubairi

Sementara efek yang ditimbulkan dari oesteoporosis, buat massa tulang lansia berkurang. Bahkan bisa memicu patah tulang pinggul (HIP), itulah dampak terburuknya.

Sekadar informasi, menurut organisasi kesehatan dunia (WHO) 50 % kejadian patah tulang panggul, dapat menimbulkan kecacatan seumur hidup dan meningkatkan angka kematian.

1
2