Share

BPOM Temukan Cemaran EG Sampai 90%, Pantas Bikin Sakit!

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Kamis 10 November 2022 11:47 WIB
$detail['images_title']
Obat sirup (Foto: Istock)

KANDUNGAN etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) tengah ditelisik oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada obat sirup yang ada di Indonesia. Informasi terbarunya, dari hasil sampling BPOM ditemukan kandungan Etilen Glikol (EG) melampaui ambang batas.

Kadar yang diungkapkan sebesar 50% sampai 90% EG, hasil dari sembilan sampel dicek oleh BPOM. Hasil uji tersebut, dari penulusuran distributor kimia CV Samudera Chemical.

 obat sirup

"Hasil uji menunjukkan bahwa 12 sample dengan intensitas propilen glikol terdeteksi memiliki kandungan EG dan DEG yang sangat jauh dari persyaratan ya. Ini bahan baku ya yang seharusnya 0,1 persen, sembilan sampel terdeteksi kadarnya sampai 52 persen dan ada yang sampai 99 persen, jadi hampir 100 persen kandungan EG bukan lagi propilen glikol," jelas Kepala BPOM, Penny K Lukito dalam konferensi pers disiarkan secara online, di YouTube BPOM RI, Rabu (9/11/2022).

Hal tersebut mendapat tanggapan dari ikatan apoteker indonesia (IAI), bahwa kadar tersebut berbahaya. Sebab melampaui ambang batas yang telah ditentukan yaitu tidak lebih dari 01,%.

Wakil ketua Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Prof Keri Lestari menerangkan, bila EG dikonsumsi oleh anak, bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Sehingga perlu adanya, pengecekan lebih lanjut dari BPOM dan segala pihak terkait untuk hal ini.

 BACA JUGA:Update! Daftar 73 Obat Sirup yang Dicabut Izin Edar oleh BPOM Terkait Gagal Ginjal Akut

"Ini sampai 50-90% itu amazing banget, wah itu bukan lagi soal cemaran bisa jadi replacement. Cemaran itu kecil sekali tidak boleh lebih dari 0,1% yang masih aman digunakan. Apalagi digunakan lebih dari itu, pantas anak kecil itu terjadi masalah pada tubuhnya," terang Wakil Ketua IAI Prof Keri.

Ia prihatin jika benar kandungan EG melampaui ambang batas dari buku standar pembuatan obat dari Apoteker atau Farmokepi.

"Berdasarkan buku standar pembuatan obat (Farmokepi) dan seluruh buku yang ada di dunia saling merekomendasikan. Semuanya mengatakan bahwa pada EG dan DEG untuk PG dan gliserin tidak boleh lebih dari 0,1% itu nggak boleh lebih dari itu," katanya.

1
2