Share

Catat! Selain yang Tercemar EG dan DEG, Obat-obatan Ini Juga Bisa Picu Kerusakan Ginjal

Syifa Fauziah, Jurnalis · Jum'at 11 November 2022 07:15 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi obat-obatan, (Foto: Freepik)

CEMARAN zat berbahaya Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) dalam obat sirop, yang memicu gangguan ginjal akut saat ini tengah marak jadi buah bibir. Mengingat sudah banyak menelan korban, terutama anak-anak di bawah usia lima tahun.

Terkait konsumsi obat-obatan, sebaiknya masyarakat tidak hanya fokus pada obat sirop semata. Sebab, seperti diungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dr. Dwi Octavia T.L.H., M.Epid, obat tipe atau jenis lain pun dapat memicu gangguan pada organ ginjal.

"Seperti obat-obatan penghilang nyeri yang dipakai secara berlebihan, NSAID, obat-obatan contohnya antibiotik golongan tertentu yang bisa sebabkan keracunan langsung pada ginjal,” terang dr.Dwi saat pemaparan dalam Workshop "Kenali Gagal Ginjal Akut”, di Jakarta, belum lama ini.

“Kemudian obat toksin-toksin salah satunya Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) yang bisa sebabkan kerusakan pada ginjal," tambahnya lagi.

(Foto: MPI/ Sukardi)

Terkait konsumsi obat sirop atau obat cair, sampai saat ini diketahui Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta tidak merekomendasikan obat sirop sampai ada hasil lebih lanjut dari kajian BPOM mau pun Kementerian Kesehatan RI.

Dokter Dwi menyarankan, alih-alih obat cair, masih banyak alternatif obat jenis lain yang bisa diberikan jika memang dibutuhkan.

“Sebagai alternatif, bisa diberikan obat komposisi selain cair. Misalnya, berikan puyer jika anak mengalami demam. Tapi, harus dengan resep dokter ya,” tegasnya.

Namun sebaiknya, sebelum memberikan obat, jika anak demam para orang tua bisa terlebih dahulu melakukan terapi konvensional seperti kompres pada anak sebagai penanganan pertama.

“Yang penting jaga kesehatan dan asupan makanan anak agar tidak mudah sakit. Jadi tidak perlu mengonsumsi obat-obatan,” tutup dr. Dwi singkat

 BACA JUGA:Tambah Dua Kali Lipat, Kemenkes Catat Ada 48 Kasus Varian XBB di Indonesia

BACA JUGA:Covid-19 Ngegas Hingga 4900 Kasus, Kemenkes: Indonesia Belum Aman dari Pandemi

1
2