Share

BPOM Telusuri Penyalur Bahan Kimia Penyebab Gagal Ginjal di Obat Sirup

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Rabu 09 November 2022 12:27 WIB
$detail['images_title']
Obat sirup (Foto: Web MD)

BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakuan penelusuran terhadap penyalur pelarut propilen glikol yang digunakan dalam sejumlah produk obat sirup yang telah dilarang peredarannya terkait penyakit gagal ginjal akut.

Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan, produk-produk obat sirup yang telah dicabut izin edarnya menggunakan propilen glikol, yang mengindikasi adanya cemaran dalam proses pembuatannya.

 obat sirup

“Serangkaian pemeriksaan intensif telah dilaksanakan dalam rangka penelusuran distributor-distributor dari pemasok pelarut propilen glikol yang sampai ke industri farmasi yang melakukan produksi sirop obat yang tidak memenuhi persyaratan,” jelas Penny dalam keterangan pers, Rabu, (9/11/2022).

Dia menjelaskan, proses penelusuran jalur distribusi yang dilakukan BPOM tergolong panjang mulai dari importir, distributor, pedagang besar bahan kimia hingga produsen obat-obatan

BPOM melakukan penelusuran berbekal dokumen-dokumen yang dimiliki dari pemeriksaan yang telah dilakukan.

Sebagaimana diketahui, BPOM telah mencabut izin edar dari 69 jenis obat sirup yang diproduksi tiga perusahaan: PT Yarindo Farmatama, PT Universal Pharmaceutical Industries, dan PT Afi Farma. BPOM RI menjelaskan bahwa obat-obatan sirup yang dicabut izin edarnya teruji mengandung cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) melebihi ambang batas aman.

1
2