Share

Kabar Baik! 10 Juta Vaksin Produksi Dalam Negeri Siap Digunakan sebagai Booster

Kevi Laras, Jurnalis · Rabu 09 November 2022 10:23 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi. (foto: Freepik)

VAKSINASI diketahui jadi salah satu upaya untuk mencegah dan memberikan perlindungan di tengah pandemi Covid-19. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan sebanyak 10 juta vaksin dalam negeri siapa disuntikkan sebagai penguat (booster) bagi masyarakat.

Waktu yang direncanakan adalah November dengan 5 juta dosis terlebih dahulu diberikan ke masyarakat. Kemudian, dilanjutkan pada Desember dengan jumlah yang sama.

 Vaksin booster produksi dalam negeri siap edar

"Pada November ini kami harapkan ada 5 juta dosis vaksin dalam negeri bisa kita pakai. Kemudian di Desember juga ada 5 juta dosis lagi, sehingga total yang bisa dibeli dan dimanfaatkan tahun ini 10 juta dosis vaksin," jelas Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI, disiarkan secara live di YouTube DPR, Selasa (8/11/2022)

Perlu diketahui, 10 juta vaksin tersebut merupakan vaksin IndoVac berplatform rekombinan protein subunit, dikembangkan oleh PT Bio Farma bekerja sama dengan Baylor College of Medicine, USA.

Kemudian, vaksin InaVac berplatform inactivated virus dikembangkan tim peneliti dari Universitas Airlangga, bekerja sama dengan produsen PT Biotis Pharmaceutical Indonesia.

Booster merupakan dosis ketiga dari rangkaian vaksinasi Covid-19. Bertujuan untuk memberikan perlindungan tambahan kepada masyarakat, untuk meminimalisir perburukan atau kegawatdaruratan bila terinfeksi virus Covid-19.

Selain itu, masyarakat juga harus mengedepankan protokol kesehatan seperti pakai masker baik di dalam maupun diluar ruangan, menghindari kerumunan dan mencuci tangan pakai masker, dan melakukan tes apabila mengalami tanda dan gejala Covid-19.

"Disiplin memakai masker, tujuan kita tidak hanya melindungi diri sendiri tetapi juga orang lain di sekitar kita. Segera juga lakukan booster, untuk mengurangi kesakitan dan kematian akibat COVID-19,” terang Juru Bicara COVID-19 Kementerian Kesehatan dr. M. Syahril dalam Sehat Negeriku dikutip, Rabu (9/11/2022).

1
2