Share

Apa Benar Penyakit Seksual HPV Bisa Menular Lewat Toilet Duduk?

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Rabu 09 November 2022 03:00 WIB
$detail['images_title']
Toilet duduk (Foto: Herald)

BELUM lama ini beredar informasi terkait sejumlah penyakit seksual yang disebut-sebut bisa menular melalui penggunaan toilet umum. Salah satunya human papillomavirus (HPV), yakni virus penyebab kanker serviks.

Lantas, apa itu HPV dan benarkah bisa menular lewat penggunaan toilet duduk di toilet umum?

 toilet umum

HPV merupakan virus yang menyebabkan kutil kelamin dan kanker, yang penyebarannya bisa terjadi lewat aktivitas seks. HPV dapat menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita.

HPV sering dialami oleh remaja dan orang dewasa muda yang aktif berhubungan intim, yaitu pada pria berumur 20-24 tahun dan wanita berumur 16-19 tahun.

Penyebaran HPV tak hanya bisa terjadi lewat aktivitas seks, namun juga terdapat beberapa faktor risiko infeksi. Mulai dari berbagi barang pribadi, seperti handuk, sapu tangan, atau kaus kaki, sistem kekebalan tubuh lemah, seperti pada pengidap HIV/AIDS atau menjalani kemoterapi, tidak menjaga kebersihan dengan baik salah satunya kebersihan toilet atau sanitasi.

Virus HPV hidup dalam sel permukaan kulit yang masuk melalui luka di kulit. Penyebaran infeksi HPV dapat terjadi melalui kontak langsung dengan kulit penderita.

Sebagian besar virus HPV menimbulkan kutil di kulit, sedangkan sebagian lainnya dapat memasuki tubuh melalui hubungan seksual. Ibu hamil juga bisa menularkan virus ini pada bayinya saat persalinan. 

Infeksi virus HPV umumnya tidak menimbulkan gejala. Namun, pada beberapa kasus, virus ini dapat bertahan hingga menimbulkan gejala berupa tumbuhnya kutil di permukaan kulit, seperti di lengan, tungkai, wajah, dan kelamin.

Apakah HPV bisa menular lewat toilet duduk?

Dilansir dari laman Klik Dokter, dr. Theresia Rina Yunita menjelaskan kemungkinan penyebaran kanker serviks akibat HPV melalui dudukan toilet sangatlah kecil.

Meski begitu, menurutnya penularan mungkin saja terjadi jika pengidap kanker serviks akibat HPV menempati dudukan toilet. Sementara, terdapat luka di area sekitar bokong ataupun paha orang lain yang menggunakannya.

“Jika toilet tidak dibersihkan, pengguna berikutnya akan berisiko terkena infeksi HPV, walaupun sangat kecil sekali kemungkinannya. Soalnya, sifat dari virus itu sendiri tidak dapat bertahan lama pada benda mati,” terang dr. Theresia.

 BACA JUGA:Bahaya Kecanduan Seks bagi Kesehatan Mental, Rentan Halusinasi?

Menilik laporan Healthline, sekitar 70 persen kasus keganasan pada serviks disebabkan oleh infeksi kedua jenis HPV tersebut.

Sementara, sisanya dipicu oleh infeksi HPV 31, 33, 45, 52, dan 58. Deretan HPV ini dapat menular melalui kontak kulit.

Melansir FemHealth, kasus penularan HPV melalui benda mati seperti toilet duduk, gagang pintu, maupun pakaian memang sangat jarang terjadi.

Penularan HPV penyebab kanker serviks biasanya terjadi melalui kontak kulit dengan orang yang terinfeksi. Umumnya infeksi disebabkan oleh HPV 16 dan 18.

Meski penggunaan toilet duduk belum tentu menjadi faktor risiko kanker serviks, Anda tetap harus berhati-hati ketika memakainya. Bila perlu, gunakan cairan pembersih dudukan toilet sebelum menggunakannya agar terhindar dari patogen.

1
2