Share

Mirip! Ini Beda Gejala Covid-19 XBB dengan Flu Biasa

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Selasa 08 November 2022 15:03 WIB
$detail['images_title']
Varian XBB (Foto: The national bulletin)

SAAT ini omicron XBB sudah masuk Indonesia dan menimbulkan kenaikan kasus Covid-19. Semua pihak pun diimbau lebih waspada terhadap temuan subvarian baru dari virus SARS-CoV-2 ini. Apalagi, disebut-sebut gejalanya mempunyai kemiripan dengan sakit flu biasa.

Juru Bicara Covid-19 Kementerian Kesehatan Muhammad Syahril mengatakan, subvarian covid-19 omicron XBB telah terdeteksi di Indonesia. Masyarakat diminta waspada dan memperkuat protokol kesehatan, terutama memakai masker.

 kena varian XBB

"Kasus pertama XBB di Indonesia merupakan transmisi lokal, terdeteksi pada seorang perempuan berusia 29 tahun yang baru saja kembali dari Lombok, Nusa Tenggara Barat," kata Syahril dalam keterangan persnya.

Menyusul temuan ini, Kemenkes bergegas melakukan upaya antisipatif dengan melakukan testing dan tracing terhadap 10 kontak erat. Hasilnya, seluruh kontak erat dinyatakan negatif covid-19 varian XBB.

Gejala Covid-19 Omicron XBB

Dilansir laman Prevention, sejauh ini gejala XBB tampak mirip dengan gejala covid-19 pada umumnya. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, gejala tersebut mencakup (1) Demam atau kedinginan, (2) Batuk, (3) Sesak napas atau kesulitan bernapas, (4) Kelelahan, (5) Nyeri otot atau tubuh, (6) Sakit kepala, (7) Hilangnya rasa penciuman, (8) Sakit tenggorokan, (9) Hidung tersumbat atau pilek, (10) Mual atau muntah.

Subvarian omicron XBB ini dilaporkan telah terdeteksi di 24 negara. Salah satu negara yang melaporkannya adalah Singapura. Di sana pun mengalami lonjakan kasus covid-19 beberapa waktu terakhir.

 BACA JUGA:Ketua Satgas Covid-19 IDI Soroti Isu Vaksin Covid-19 Kosong, Kemenkes: Cuma Terbatas

Gejalanya Mirip Flu Biasa

Gejala covid-19 omicron XBB disebut-sebut mirip sakit flu biasa. Di antaranya, mengalami batuk, pilek, dan demam. Sedangkan flu biasa, tanpa nyeri otot atau tubuh.

Gejala tersebut seperti dialami pasien kasus pertama XBB di Indonesia. Pasien tersebut mengalami gejala seperti batuk, pilek, dan demam.

Follow Berita Okezone di Google News

Meski subvarian baru XBB cepat menular, fatalitasnya tidak lebih parah dari omicron. Oleh karena itu, Syahril meminta masyarakat tetap mengedepankan protokol kesehatan dan melakukan testing apabila mengalami tanda dan gejala covid-19.

Selain menyegerakan vaksinasi covid-19 guna meningkatkan proteksi diri. Kemenkes juga meminta masyarakat untuk melakukan cuci tangan dan pakai masker lagi.

1
2