Share

DKI Jakarta Masih Tetapkan Larangan Minum Obat Sirop, Kapan Dicabut?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 08 November 2022 18:30 WIB
$detail['images_title']
Kepala P2P Dinkes DKI Jakarta, (Foto: MPI/Sukardi)

MENTERI Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin menyampaikan ada 156 list obat cair yang aman untuk dikonsumsi. Hal ini merujuk berdasarka sesuai dengan hasil pengujian Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

Meski demikian, pemerintah Provinsi DKI Jakarta punya kebijakan sendiri soal konsumsi obat sirop atau tetes. Pihak Dinas Kesehatan DKI Jakarta, diketahui sampai saat ini masih melarang semua masyarakat untuk minum obat sirop atau tetes.

Dikatakan Dwi Oktavia, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan DKI Jakarta, kebijakan ini bertujuan agar masyarakat bisa lebih mudah mengerti dan tidak bingung.

“Biar lebih mudah dipahami oleh masyarakat,” kata Dwi, saat ditemui di Prodia Tower, Selasa (8/11/2022).

“Makanya kami larang penggunaan obat cair sementara waktu, sampai hasil penelitian Kementerian Kesehatan dan BPOM selesai," tegasnya.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta menilai, sejauh ini masih ada alternatif pilihan sediaan obat lain yang bisa dimanfaatkan untuk mengobati demam atau batuk atau flu anak. Selain konsumsi obat, bisa juga denga terapi konvensional seperti kompres air hangat.

Lalu kapankah kira-kira pihak Dinkes DKI Jakarta bisa mencabut larangan konsumsi obat sirop dan tetes ini? Dwi mengungkap, pihaknya belum bisa mengetahui dengan jelas karena hasil final pemeriksaan belum keluar.

"Saat ini berjalan pemeriksaan paralel bersama BPOM, bahwa memang sudah ada obat-obat mana saja yang bisa digunakan kembali, tapi hasil akhirnya belum didapatkan,” terang Dwi.

Misalnya saja ada pemeriksaan pada batch sebelum dari yang bermasalah, pun produk obat dari batch setelah. Itu semua akan diperiksa oleh BPOM dan Kemenkes.

"Sehingga obat tidak bisa dipakai lagi, ini akan berjalan terus ke depan. Sebelum ada statement lebih lanjut lagi, berhati-hatilah dalam menggunakan obat sirup dan tetes. Kami meminta kepada masyarakat DKI , agar tidak mengonsumsinya terlebih dulu," pungkas Dwi panjang lebar.

 BACA JUGA:Konsumsi Obat Cair Dilarang, Dokter: Masih Ada Puyer!

BACA JUGA:Waduh! Masih Ada Nakes Kasih Obat Sirup Tidak Aman!

1
2