Share

Kasus Gagal Ginjal Akut Menurun, Kemenkes Imbau Orang Tua Lakukan Ini!

Kevi Laras, Jurnalis · Selasa 08 November 2022 08:44 WIB
$detail['images_title']
Update gagal ginjal akut. (foto: Youtube)

GAGAL Ginjal Akut (GGA) misterius pada anak di Indonesia, dikatakan sudah mengalami penurunan. Kementerian kesehatan (Kemenkes) menegaskan bahwa zat berbahaya etilen glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) jadi faktor risiko utamanya.

Hal tersebut didukung dari hasil pemeriksaan dari Rumah Sakit, pada seluruh pasien GGA. Seperti diketahui zat EG dan DEG ada dalam obat sirup, yang dilarang saat ini.

update gagal ginjal akut

"Tes detoksifikasi ke seluruh pasien-pasien, ditemukan zat toksik etilen glikol (EG) maupun dietilen glikol (DEG). Sehingga ini pola yang konsisten bahwa EG dan DEG merupakan faktor risiko utama gagal ginjal akut ini," jelas Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid dalam Siaran Sehat di YouTube RRI Net Official, dikutip Selasa (8/11/2022).

Untuk itu, dr Nadia meminta agar para orang tua memahami berbagai gejala GGA pada anak, seperti berkurangnya air seni anak. Selain itu, dr. Nadia juga menghimbau agar menghindari penggunaan obat sirup apapun atau cair sementara waktu.

Apabila anak sakit, segera konsultasi dengan tenaga kesehatan terdekat, atau diperiksakan ke dokter.

"Tentunya harus jadi kewaspadaan kita. Jadi orang tua harus memahami tanda-tanda GGA ini, pasti keluhan utama pada anak yang jumlah maupun frekuensi kencingnya berkurang," sambung dr Nadia.

Kementerian Kesehatan RI melaporkan per tanggal 31 Oktober 2022 tercatat 304 kasus GGAPA, dimana 99 pasien (33%) dinyatakan sembuh. Angka ini mengalami kenaikan dalam kurun waktu satu minggu terakhir, dimana angka kesembuhan yang dilaporkan pada 26 Oktober 2022 sebanyak 39 kasus.

“Terjadi kenaikan signifikan selama satu minggu ini dari sebelumnya 20% naik menjadi 33% pasien yang dinyatakan sembuh,” Ujar Juru Bicara Kemenkes dr. Muhammad Syahril dalam Sehat Negeriku.

1
2