Share

Kasus Gangguan Ginjal Akut Makin Terkendali, 70 Obat Fomepizole yang Baru Dibeli Jadi Apa?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 08 November 2022 08:00 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi vial obat, (Foto: Freepik)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan, per Minggu 6 November 2022 tidak ada penambahan kasus baru gangguan ginjal akut di Indonesia.

Kabar baik ini, jadi salah satu indikator di lapangan bahwa penyakit yang sudah merenggut nyawa sekitar 195 pasien tersebut mulai terkendali.

Namun di sisi lain, Kemenkes diketahui masih sedang menunggu kedatangan 70 vial obat Fomepizole dari Amerika Serikat. Berbeda dengan stok dari Jepang yang merupakan donasi, 70 vial Fomepizole dari negeri Paman Sam ini murni dibeli.

Lantas, bagaimana nasib 70 vial obat Fomepizole jika sudah tiba di Indonesia namun tidak terllay dibutuhkan karena pasien gangguan ginjal akut di rumah sakit terus berkurang. Dijawab Juru Bicara Kemenkes, dr. Mohammad Syahril, sekali pun nanti tidak ada lagi pasien gangguan ginjal akut di rumah sakit, obat tetap bisa disimpan sebagai antisipasi kasus krisis kesehatan lainnya.

"Kami beli Fomepizole dari Amerika dengan jumlah yang tidak banyak. Jika memang pasien gangguan ginjal akut tidak ada lagi yang dirawat di rumah sakit, karena kasus semakin terkendali, maka obat akan jadi stok negara, kami simpan," terang dr. Syahril dalam konferensi pers Update Gangguan Ginjal Akut Kemenkes, baru-baru ini. 

Syahril menegaskan, Indonesia sebagai satu negara yang besar dengan jumlah penduduk yang banyak, sangat penting untuk punya stok obat.

"Sebagai negara besar, kita harus punya stok obat,” imbuhnya,

Stok vial Fomepizole yang ada, nantinya bisa bermanfaat untuk masalah kesehatan lainnya. Contohnya sebagai obat dari kasus keracunan.

“Jadi, 100 vial Fomepizole yang diproyeksi jadi obat stok, akan jadi obat antidotum (penawar) yang kita miliki. Lagipula, obat stok ini tetap aman diberikan ke masyarakat jika masa kadaluarsanya terjaga,” jelas dr. Syahril lagi.

Sebagai informasui, saat ini Indonesia secara total telah memiliki 246 vial Fomepizole dari berbagai negara. Sebanyak 30 vial dibeli dari Singapura, sisanya 200 vial hibah dari Jepang dan 16 vial lainnya hibah dari Australia.

Sejauh ini, sebanyak 200 vial sudah Kemenkes salurkan ke 21 rumah sakit di 34 provinsi, menambah dari angka sebelumnya yang hanya 14 rumah sakit.

 BACA JUGA:Waduh! Masih Ada Nakes Kasih Obat Sirup Tidak Aman!

BACA JUGA:Mengenal Virus Langya, Cara Penyebaran dan Pencegahan Infeksinya

1
2