Share

PPKM Berakhir Hari Ini, Begini Data Kenaikan Ngegas Kasus Covid selama Sepekan!

Vivin Lizetha, Jurnalis · Senin 07 November 2022 12:10 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (foto: Istimewa)

HINGGA saat ini belum ada pengumuman kelanjutan status level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa Bali. Padahal status level 1 sudah berakhir pada hari ini.

Selain itu, kasus harian Covid juga semakin memanas. Dalam sepekan ada kenaikan kasus baru sebanyak 55,9 persen. Tren ini lebih tinggi dibandingkan minggu sebelumnya.

 kasus harian covid kembali meningkat

Dalam laporan harian kasus Covid-19 per tanggal 24-30 Oktober 2022, kasus kenaikan berjumlah 19.661. Sedangkan pada periode 31 Oktober - 6 November 2022, terjadi penambahan kasus sebanyak 30.670 oang.

Rinciannya, pada Senin (31/10/20220, ada sekitar 2.457 kasus. Kemudian Selasa (1/11/2022), naik pesat menjadi 4.707 kasus baru. Pada Hari Rabu (2/11/2022), ada penambahan 4.873 kasus, dan Kamis juga bertambah menjadi 4.951 kasus.

Angka tertinggi di pekan ini terjadi pada hari Jumat (4/11/2022) yaitu mencapai 5.303 kasus baru. Angka itu kemudian turun pada hari Sabtu (5/11/2022) dengan penambahan 4.717 kasus. Dan Minggu (6/11/2022) terjadi penambahan kasus sebesar 3.662 orang.

Tak hanya kasus harian, kasus kematian juga mengalami peningkatan. Akumulasi angka kematian dalam pekan ini meningkat dibandingkan minggu sebelumnya. Kasus kematian terbanyak terjadi pada hari Kamis (3/11/2022) dengan 42 jiwa meninggal akibat Covid.

Kemunculan subvarian Omicron baru, XBB diduga menjadi dalang kenaikan kasus Covid. Namun, menurut Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr Syahril kenaikan kasus Covid-19 Indonesia masih dikatakan wajar. Jika dibandingkan beberapa negara yang terdampak varian baru XBB.

Varian XBB tidak separah dengan varian sebelumnya BA.4 dan BA.5. Sifatnya yang sama-sama mudah menular, bisa jadi penyebab kenaikan kasus.

"Kita sempat naik ya di 2.000 terus 3.000 terus naik sampai 4.700an dan angka kematiannya juga. Kenaikan kasus ini wajar, tidak terlalu tinggi seperti subomicron lalu BA.4 dan BA.5," ucap dr Syahril.

1
2