Share

Update Terbaru Gagal Ginjal Akut, Benarkah Kasus Sudah Turun?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 07 November 2022 12:45 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (foto: Istimewa)

KEMENTERIAN Kesehatan melaporkan terjadi penurunan tren kasus baru dan kematian pada kasus gangguan ginjal akut. Hal ini seiring dengan penghentian penggunaan obat sirup yang dianggap sebagai faktor terbesar penyebab masalah.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan bahwa pihaknya akan berupaya menekan kasus baru gangguan ginjal akut ini sampai pada level nol. Karena itu, Menkes meminta kepada seluruh kepala dinas provinsi hingga kabupaten/kota untuk melakukan pengawasan ketat pemberian obat oleh apotek dan tenaga kesehatan di wilayah masing-masing.

gagal ginjal akut

"Kasus baru minggu lalu terjadi di 29 Oktober dan 1 November. Itu karena pasien masih saja mengonsumsi obat sirup dari apotek. Mohon bantuannya untuk para kepala dinkes provinsi dan kabupaten/kota agar kontrol pemberian obat di apotek dan bidan untuk melindungi balita kita," terang Menkes dalam pernyataan resminya, Senin (7/11/2022).

Selain kasus baru yang dilaporkan konsisten menurun, angka kematian pada kasus ini pun turun konsisten. Ini berkat pemanfaatan obat Fomepizole sebagai terapi gangguan ginjal akut.

Kemenkes mencatat bahwa tak hanya RSCM, tapi total sudah 17 rumah sakit di 11 provinsi yang kebagian jatah obat ini sejak 25 Oktober 2022. Sekitar 87 persen Fomepizole didatangkan dari luar negeri bersifat hibah gratis, sisanya beli.

Hingga 5 November, terdapat 324 kasus gangguan ginjal akut dengan 102 pasien dinyatakan sembuh, 28 orang masih dirawat di rumah sakit, dan 194 dinyatakan meninggal dunia.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan juga sudah mengeluarkan Petunjuk Penggunaan Obat Sediaan Cair/ Sirup pada Anak dalam rangka Pencegahan Peningkatan Kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) atau (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) Nomor HK.02.02/III/3515/2022 tanggal 24 Oktober 2022.

1
2