Share

Donasi Fomepizole untuk Gagal Ginjal Akut Datang dari Australia dan Jepang, Ini Sebaran Pembagiannya!

Kevi Laras, Jurnalis · Minggu 06 November 2022 14:00 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (foto: Shutterstock)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengatakan donasi antidote Fomepizole untuk gagal ginjal akut (GGA) misterius di Indonesia, didatangkan dari Australia dan Jepang. Antidote Fomepizole diketahui sebagai penawar bagi para pasien GGA.

"Australia dan Jepang atau Takeda," kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid dalam keterangannya diterima MNC Portal, Sabtu (5/11/2022).

 fomepizole untuk gangguan ginjal akut

Sejauh ini di Indonesia sudah ada 246 vial Fomepizole, dengan 146 vial fomepizole sudah didistribusikan kepada 17 rumah sakit di 11 provinsi Indonesia. Sementara 100 vial menjadi buffer stock pusat.

Sementara untuk penyebab dari gagal ginjal akut pada anak di Indonesia, kemungkinan besar akibat obat sirup. Alasannya juga terbukti dari hasil penelusuran dilakukan Kementerian Kesehatan, ditemukan obat, setelah pemeriksaan mengandung bahan berbahaya (cemaran etilen glikol).

Kemudian jumlah kasus GGA pada anak paling banyak terjadi pada anak berusia 1-5 tahun sebanyak 173 kasus. Kasus terbanyak tercatat di provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Aceh, Jawa Timur, Sumatera Barat, Banten, dan Bali.

"Sebanyak 146 vial sudah disebarkan ke 17 rumah sakit di 11 provinsi, sementara 100 vial disimpans sebagai stok di instalasi farmasi pusat” kata Jubir Kemenkes dr Mohammad Syahril dalam Sehat Negeriku laman Kemenkes.

Sebagai tambahan informasi, berikut nama-nama Rumah Sakit yang sudah mendapatkan antidote Fomepizole di antaranya, RSUD Zainoel Abidin Aceh; RSUP Prof Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Bali; RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta; RSAB Harapan Kita, RSUP Fatmawati, dan RSCM Jakarta; RSUP Hasan Sadikin, RSUD Dr. Hafiz dan RSU Hermina Mekarsari, Jawa Barat; RSUD Bangli dan RSUD Dr. Saiful Anwar, Jawa Timur; RSUD Dr. Soedarso Pontianak, Kalimantan Barat; RSUD Kuala Pembuang, Kalimantan Tengah; RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Sulawesi Selatan; RSUP Dr. M Djamil, Sumatera Barat; RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang, Sumatera Selatan; dan RSUP H. Adam Malik, Sumatera Utara.

Penggunaan penawar atau antidote Fomepizole di Indonesia, pastinya karena rekomendasi dari organisasi kesehatan dunia (WHO).Faktanya dalam penggunaan pasien di RSCM, hasilnya menunjukkan perbaikan.

"Penggunaan fomepizole menunjukkan 95 persen pasien anak di RSCM, menunjukkan perkembangan yang terus membaik. Artinya efikasinya baik dalam memberikan kesembuhan," jelas dr Syahril.

1
2